Gelar HUT RI di Sebira, Pemkab Angkat Citra Pulau Paling Utara di Kepulauan Seribu

Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad menyerahkan Sang Saka Merah Putih kepada anggota Paskibraka pembawa bendera. (Dok: Bupati Husein Murad)

Pulau Pramuka, Dekannews- Untuk kali pertama sejak Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, upacara HUT kemerdekaan RI diselenggarakan di Pulau Sebira, pulau paling utara dalam gugusan pulau-pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Upacara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu, Sabtu (17/8/2019),  dan didukung oleh TNI-Polri.

"Tahun ini kita mengadakan upacara HUT RI di Sebira, karena selama ini pulau tersebut diposisikan sebagai pulau terjauh yang seolah-olah kurang kita perhatikan karena selain letak geografisnya, juga karena sarana transportasinya yang belum memadai," kata Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad, kepada dekannews.com di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Sabtu (17/8/2019).

Ia menambahkan, melalui upacara itu, pihaknya ingin mengubah image tersebut karena kondisi di Pulau Sebira sudah tidak seperti itu. Apalagi karena Gubernur Anies Baswedan komit untuk membahagiakan semua warga dan memberikan pelayanan yang sama bagi semua warga Jakarta.

"Ini sudah dibuktikan karena pada 16 April 2019, Pak Anies ke sana, dan sebelumnya Pak Sandiaga Uno saat masih menjadi Wagub, juga pernah ke sana. Kunjungan terakhir seorang gubernur ke Sebira terjadi pada 1989. Jadi, setelah 20 tahun baru ada lagi gubernur yang berkunjung ke Sebira,  yaitu Pak Anies," katanya.

Ia menambahkan, pada 2019 ini sudah banyak pelayanan yang dapat dinikmati warga Sebira,  karena sejak 1 Januari 2019 warga di sana sudah dapat menikmati listrik dalam 24 jam sehari,  meski baru menggunakan tenaga diesel. Sebelumnya,  warga Sebira hanya menikmati listrik 14 jam sehari.

Transportasi umum yang sebelumnya tak ada,  sehingga warga terpaksa harus menyewa kapal saat akan ke Pelabuhan Kaliadem, Jakarta Utara, dengan waktu tempuh hingga 8 jam, pada 2019 ini sudah dilayani dengan kapal milik Dinas Perhubungan dengan waktu tempuh hanya 3 jam.

Air bersih yang sebelumnya tidak ada,  kini tersedia dalam jumlah yang cukup, dan di Sebira pun kini telah ada sekolah.

"Jadi, kita kukuhkan itu semua dengan upacara di Sebira," tegasnya.

Murad mengakui,  sejak Indonesia merdeka 74 tahun lalu,  belum pernah ada pemerintahan setingkat kabupaten yang menyelenggarakan upacara HUT RI di sana.

Ini, kata dia, juga bagian dari apresiasi, penghormatan, penghargaan dan pengakuan bahwa Sebira adalah bagian dari kita, bagian dari Kebupaten Kepulauan Seribu, bagian dari Jakarta dan bagian dari ibukota negara.

Mantan Walikota Jakarta Utara itu menilai banyak hal menarik yang ia temukan selama upacara yang diselenggarakan di lapangan sepakbola Pulau Sebira itu.

Pertama, dari 30 anggota Paskibra HUT RI ke-74 Pemkab Kepulauan Seribu,  dua di antaranya merupakan siswi dari Sebira.

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya," tegas Murad.

Kedua,  upacara didukung banyak satuan dari TNI, seperti Arhanud yang mengirim pasukan,  Satuan Patroli (Satrol) Angkatan Laut mengirim kapal KRI,  marinir juga mengirim pasukan, dan bahkan komandan upacara dari Marinir.

Ketiga, para pemuda Sebira merespon gelaran upacara dengan mengibarkan Sang Saka Merah Putih berukuran sangat besar di menara mercusuar.

Keempat, lebih dari 800 personel yang ikut upacara,  yang terdiri dari ASN, anggota Polri dan anggota TNI menginap di rumah penduduk yang hanya berjumlah 500 jiwa.

Saat membacakan sambutan,  kata Murad,  ia membacakan amanat Gubernur Anies Baswedan bahwa warga Jakarta harus memaknai kemerdekaan dengan aktivitas yang baik dan menjaga kesatuan dan persatuan.

"Saya percaya upacara ini akan dapat menginspirasi anak-anak di Sebira karena mereka melihat selama upacara, personel Paskibra, TNI dan Polri berdiri tegak dan semua nampak gagah. Mereka bisa saja menjadi memiliki cita-cita untuk menjadi seperti mereka saat besar nanti," tutup Murad. (rhm)