Gantikan Luhut, Jokowi Tunjuk Mentan Sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim

Syahrul Yasin Limpo memberi keterangan pers tentang pengangkatan dirinya sebagai Menteri KP Ad Interim. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Presiden Jokowi menunjuk Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim menggantikan Menteri Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang sebelumnya ditunjuk Presiden untuk jabatan tersebut. 

Penunjukkan dilakukan karena Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengundurkan diri pasca ditangkap KPK dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster (benur). 

"Hari ini saya ditunjuk Presiden untuk menjadi Plt Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Pak Luhut yang saat ini berada di luar negeri," kata Syahrul saat memberikan keterangan pers di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/12/2020). 

Ia menambahkan, selama menjalankan tugas yang diembankan Presiden ini, semua konsepsi-konsepsi yang sudah terprogram di KKP, dapat dilakukan sebagai upaya percepatan, terutama untuk menutup tahun 2020.

"Dan tentu saja juga mempersiapkan langkah-langkah untuk tahun 2021," imbuhnya. 

Syahrul tidak secara detil menjelaskan program-program dan langkah yang dimaksud, namun ia menegaskan, selama menjadi Menteri KP, ia akan seseiring mungkin turun ke lapangan untuk melihat kondisi ril masalah kelautan dan perikanan di tengah masyarakat. 

"Saya paling senang kalau turun ke lapangan," katanya. 

Seperti diketahui, Menteri KP Edhy Prabowo mundur setelah ditangkap KPK di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sepulang dari lawatan di Amerika Serikat. 

Ia ditangkap karena diduga menerima suap dalam perizinan ekspor benur, karena untuk bisnis ini dia hanya menunjuk satu perusahaan ekspedisi sebagai mitra eksportir dalam mengangkut benih lobster yang akan diekpor, yakni PT Aero Citra Kargo (ACK). 

Selain Edhy, KPK telah menetapkan enam orang lainnya sebagai tersangka, termasuk pengurus PT ACK Suwadi. (rhm)