Fasiltas Parkir Pelabuhan Kaliadem Parah, PT SSA Dikomplain Wisatawan

Juwanto Bayu Setia (kanan). (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Wisatawan yang akan menyeberang ke Kepulauan Seribu dari Pelabuhan Kaliadem, Jakarta Utara, mengeluhkan fasilitas parkir di pelabuhan itu yang rusak, becek dan tergenang.

Mereka komplain kepada PT Samudra Sumber Artha (SSA) karena menduga lahan parkir tersebut ditangani oleh perusahaan pengelola kapal tradisional di Pelabuhan Kaliadem tersebut.

"Iya, banyak wisatawan yang komplain ke kita karena menduga kita yang mengelola parkir itu. Padahal bukan," Juwanto Bayu Setia, pimpinan PT SSA, mengakui kepada dekannews.com di Jakarta, Senin (9/3/2020).

Bayu menilai wajar jika wisatawan menduga begitu, karena para wisatawan itu membeli tiket kapal tradisional dari SSA, baik secara online maupun pembelian secara langsung di loket pelabuhan, sehingga tentunya mereka menginginkan pelayanan yang prima.

Maka, ketika mereka mendapati lahan parkir yang rusak, berlubang dan tergenang seperti kubangan kerbau, mereka komplain. Cuma sayangnya salah alamat.

"Sebenarnya kalau wisatawan itu jeli, di loket pintu masuk tempat parkir itu tertulis CV Cahaya Muara Angke, tapi memang posisi tulisannya di bawah, nggak di atas, sehingga nggak mudah kelihatan," katanya.

Bayu berharap CV CMA lebih profesional dalam mengelola lahan parkir tersebut, karena jika terus dibiarkan seperti itu, wisatawan yang datang ke Pelabuhan Kaliadem akan kapok dan lebih memilih menyeberang ke Kepulauan Seribu melalui Pantai Marina, Ancol, Jakarta Utara.

Jika hal itu terjadi, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Seribu melalui Pelabuhan Kaliadem akan anjlok, dan pendapatan pemilik kapal tradisional, juga pendapatan CV CMA sebagai pengelola parkir, akan ikut anjlok.

"Dinas Perhubungan sebagai pemilik lahan, kami harap memperhatikan hal ini," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, wisatawan yang akan menyeberang ke Kepulauan Seribu mengeluhkan kondisi lahan parkir di Pelabuhan Kaliadem, Jakarta Utara, yang masih berlantai tanah, tidak rata, dan berlubang-lubang, sehingga jika hujan turun, lahan parkir itu becek dan lubang-lubangnya menjadi kubangan karena terisi air.

Seorang wisatawan domestik bernama Andri bahkan mengaku, pada Januari 2020 silam mobilnya pernah terperosok ke salah satu kubangan di lahan itu saat hendak parkir. Warga Kelapa Gading, Jakarta Utara, ini berharap pengelolaan parkir di Pelabuhan Kaliadem dapat ditingkatkan.

"Kalau terus seperti ini, lama-lama wisatawan kapok dan akan memilih menyeberang ke Kepulauan Seribu melalui Pantai Marina," katanya, Minggu (8/3/2020).

Novi, karyawan CV CMA, mengatakan, tempat parkir yang dikelola perusahaannya itu rusak sejak pertengahan Februari 2020 akibat terus menerus disiram hujan.

Selain itu, kata dia, rusaknya tempat parkir itu juga diakibatkan oleh masuknya mobil-mobil besar, termasuk truk proyek revitalisasi Pelabuhan Kaliadem. (rhm)