Fahri Hamzah dan Fadli Zon Akan Dianugerahi Bintang Mahaputra Nararya oleh Jokowi

Fahri Hamzah dan Fadli Zon saat menghadiri Aksi 212. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Dua politisi yang selama ini dikenal sebagai Singa DPR, Fahri Hamzah dan Fadli Zon, akan mendapat anugerah Bintang Mahaputra Nararya dari Presiden Jokowi pada perayaan HUT RI ke-75 di Istana Negara, Jakarta.

Fahri merupakan mantan politisi PKS yang kini mendirikan Partai Gelora, partai yang terindikasi akan ikut mendukung pemerintah, sementara Fadli Zon adalah wakil ketua umum Partai Gerindra yang partainya telah resmi menjadi partai pendukung pemerintah setelah sempat menjadi oposisi bersama PKS.

Informasi kalau Fahri dan Fadli akan mendapat anugerah Bintang Mahaputra Nararya disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD melalui akun Twitter-nya,  @mohmahfudmd, Senin (10/8/2020).

"Dalan rangka HUT Proklamasi RI ke 75, 2020, Presiden RI akan memberikan bintang tanda jasa kepada beberapa tokoh dalam berbagai bidang. Fahri Hamzah @Fahrihamzah dan  Fadli Zon @fadlizon akan mendapat Bintang Mahaputra Nararya. Teruslah berjuang untuk kebaikan rakyat, bangsa dan negara," katanya.

Bintang Mahaputera Nararya adalah Bintang Mahaputra kelas V. Bintang ini penghargaan sipil yang tertinggi, tetapi dikeluarkan dan diberikan sesudah  Bintang Republik Indonesia kepada anggota korps militer.

Bintang ini juga diberikan bagi mereka yang berjasa secara luar biasa pada bidang militer.

Menurut pasal 24 huruf a UU Nomor 20 Tahun 2009, syarat untuk mendapatkan Bintang Mahaputra adalah:
1.WNI atau seseorang yang berjuang di wilayah yang sekarang menjadi wilayah NKRI;
2. Memiliki integritas moral dan keteladanan;
3. Berjasa terhadap bangsa dan negara;
4. Berkelakuan baik;
5. Setia dan tidak mengkhianati bangsa dan negara; dan
6.  Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mendapatkan kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun.

Selain itu, syarat khusus mendapatkan Bintang Mahaputra menurut pasal 28 UU Nomor 20 Tahun 2009 adalah:
1. Berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan dan kemakmuran bangsa dan negara;
2. Pengabdian dan pengorbanannya di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya ilmu pengetahuan, teknologi, dan beberapa bidang lain yang besar manfaatnya bagi bangsa dan negara; dan/atau
3. Darmabakti dan jasanya diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional. (rhm)