Epidemiolog Sebut Pandemi Covid-19 di RI Gawat

Pandu Riono. (Foto: int)

Jakarta, Dekannews- Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan pandemi Covid-19 di Indonesia dalam kondisi darurat, sehingga di Jakarta khususnya, perlu pengetatan protokol kesehatan.

Berdasarkan data yang dia milik, puncak pandemi Covid-19 di Indonesia belum terlihat hingga akhir 2020, salah satunya akibat tidak diberlakukannya penguncian wilayah agar penyebaran Covid-19 tidak menjalar ke wilayah lain.

"Itu data, saya bikin grafik. Saya tidak ngomong berdasarkan apa yang di pikiran saya. Saya menceritakan data yang saya analisis bahwa ini gawat," katanya, Kamis (10/9/2020).

Menurut Pandu, PSBB yang ketat atau lockdown  adalah pilihan logis di saat kondisi pandemi sangat mencemaskan. Adapun waktu PSBB ketat itu diberlakukan, dia menyebut sampai kasus penularan menurun sangat signifikan.

Selain itu, dia mengimbau PSBB tidak dipaksa untuk dilonggarkan bila kondisi objektifnya belum tercapai.

Saat ini, Pandu juga mengatakan tingkat kegiatan penduduk sudah cenderung ke kondisi saat sebelum pandemi. Hal itu diperparah dengan tes, pelacakan, dan isolasi yang masih sangat lemah dan perilaku 3M (menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) masih rendah.

"PSBB harus capai lebih 55 persen penduduk patuh tinggal di rumah, sekaligus meningkatkan sampai lebih 85 persen penduduk pakai masker (3M) sebelum dilonggarkan," ujar Pandu.


Prediksi puncak Covid-19 meleset

Pandu menilai prediksi pemerintah bahwa puncak virus corona SARS-CoV-2 terjadi pada Agustus-September 2020, meleset, karena kasus Covid-19 masih akan terus meningkat hingga beberapa waktu mendatang.

"Ini naik terus, tidak kelihatan puncaknya. Peningkatan terus setiap hari. Bisa saja puncaknya tahun depan," ujarnya. 

Pandu menyesalkan pemerintah lebih memilih prediksi yang 'menyenangkan' untuk membuat masyarakat tenang. Padahal, menurut di, hal itu sama saja membohongi.

Pandu menuturkan pemerintah sebaiknya memberi informasi yang sejujurnya. Misalnya, dia berkata pemerintah memberitahu masyarakat bahwa Covid-19 sangat sulit ditangani.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memprediksi puncak kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia terjadi pada Agustus hingga September mendatang. Perkiraan tersebut mengacu pada jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 yang saat ini terus melonjak.

"Kalau melihat angka-angka memang perkiraan puncaknya Agustus-September, perkiraan terakhir yang saya terima," ujar Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan media, Senin (13/7/2020). (sumber: CNN Indonesia