Enam Menara Mikrosel Akan Dibongkar Karena Terkena Pelebaran Trotoar

Pengerjaan proyek pelebaran trotoar di Jakarta. (Foto: Alinea)

Jakarta, Dekannews- Enam menara mikro selular (mikrosel) di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, akan dibongkar karena terkena proyek pelebaran trotoar oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

"Pemilik keenam menara mikrosel itu sedang kita beri SP (surat peringatan) agar membongkar sendiri menaranya. Saat ini sudah masuk SP 2," ujar Kabid Tramtibum Satpol PP DKI Jakarta, Tumbur Parluhutan, di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).

Ia menambahkan, jika telah diberi SP 3 pemilik keenam menara mikrosel itu belum juga membongkar menaranya, maka menara akan dibongkar Satpol PP.

Meski demikian Luhut mengatakan, keenam menara itu memiliki izin, sehingga sesuai ketentuan, pemiliknya akan dipermudah untuk membuat izin baru sebagai pengganti menara yang dibongkar tersebut, dengan lokasi yang ditentukan sendiri oleh si pemilik.

Perusahaan pemilik keenam menara mikrosel tersebut di antaranya PT Bali Towerindo Sentra, PT Inti Bangun Sejahtera dan PT Iforte Solusi Infotek.

Sementara itu, terkait penertiban reklame, Luhut mengatakan sejak Januari hingga awal November 2019 telah 54 titik reklame yang dibongkar dengan rinciann 15 titik dibongkar oleh Tim Terpadu Penertiban Penyelenggaraan Reklame dimana Satpol PP berada di dalamnya, dan 40 titik di bongkar sendiri oleh pemiliknya.

Seperti diketahui, tahun ini dan pada 2020 mendatang Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga merevitalisasi trotoar di 31 ruas jalan protokol, arteri, dan jalan penghubung yang dilayani atau terintegrasi transportasi umum.

Tahun ini trotoar yang direvitalisasi berada di 10 ruas jalan dengan panjang 14 kilometer dan menelan biaya Rp275 miliar.

Pada 2020, trotoar yang direvitalisasi sepanjang 47 kilometer dan berada di 21 ruas jalan. Biayanya mencapai Tp1,1 triliun.

Trotoar yang tahun ini direvitalisasi di antaranya berada di Jalan Prof dr Satrio, Jalan Casablanca,  Jalan Kramat Raya, Jalan Salemba Raya, Jalan Cikini Raya, Jalan Pegangsaan Timur, Jalan Kemang Raya dan Jalan Kemang I.

Pelebaran trotoar ini juga membuat puluhan reklame yang berdiri di trotoar terimbas, sehingga ikut dibongkar.

Data Dina Marga menyebutkan, reklame yang dibongkar terdiri dari 36 neon box ukuran kecil dan 14 billboard berukuran besar di Jakarta Selatan, dan empat titik reklame di Jakarta Pusat. (rhm)