Ekonomi Hancur, Rakyat Liberia Demo Presiden Weah

Aksi unjuk rasa ribuan warga Liberia. (Foto: New Republic Liberia)

Monrovia, Dekannews- Sekitar 10.000 warga Liberia, Sabtu (8/6/2019) waktu setempat turun ke jalan untuk memprotes pemerintah akibat tingginya bahan pokok dan maraknya korupsi. 

"Para demonstran yang berkumpul di dekat kediaman Presiden Leberia, George Weah, membawa spanduk yang bertuliskan tuduhan Weah sebagai 'pengkhianat'," demikian dikutip dari Reuters, Minggu (9/6/2019).

Situasi yang saat ini terlihat di Liberia berbanding terbalik dengan situasi pada 2017, dimana kala itu rakyat Liberia berpesta merayakan kemenangan Weah.

Keluhan utama rakyat yang turun ke jalan adalah perekonomian yang sangat buruk yang menyebabkan menjamurnya kemiskinan, dan skandal hilangnya uang negara 100 juta dolar AS yang baru dicetak bank sentral pada 2018.

"Weah tidak mengatur negara kami dengan cara yang benar," kata Ishmael Hassan,  salah seorang demonstran.

Pada 2017, Hassan memilih Weah, dan pilihannya itu kini membuat dirinya kecewa.

"Situasi ekonomi di negara kami semakin memburuk," imbuhnya.

Ekonomi Liberia terpukul oleh wabah Ebola pada 2014-2016 yang menewaskan ribuan orang, disusul merosotnya harga biji besi dan karet yang menjadi ekspor utama negara itu, plus menurunnya bantuan asing.

Dana Moneter Internasional (IMF) pada Maret merevisi perkiraan turunya pertumbuhan ekonomi Liberia pada 2019 menjadi 0,4% dari 4,7%. Inflasi memuncak ke angka 28,5% pada  Desember 2018 yang mendorong lonjakan harga bahan pokok.

Semula banyak yang percaya Weah yang merupakan mantan striker terkenal di beberapa tim sepakbola terbesar Eropa, bisa membawa fajar baru bagi Liberia, namun prediksi itu meleset. Weah kini menuai protes seperti presiden sebelumnya, Ellen Johnson Sirleaf, yang diduga terlibat korupsi.

Sebuah petisi yang ditandatangi demonstran, menuduh Weah telah menyalahgunakan dana publik, melanggar kebebasan pers,  dan gagal mendanai program kesehatan serta pendidikan. 

Petisi itu juga berisi tuduhan bahwa Weah membangun "sejumlah rumah mewah"  dengan menggunakan dana publik, namun Weah menolak mengumumkan asetnya kepada publik, sehingga semakin memperkuat tuduhan rakyatnya itu.

"Saya mendukung pemerintah ini, namun dengan kondisi yang terjadi saat ini kami ingin menyelamatkan negara," kata Bob Blue, salah satu pengunjuk rasa. (rhm)