Dukung RUU Cilaka dengan Lambungkan Tagar #IndonesiaButuhKerja, 2 Artis Ini Minta Maaf

Gofar Hilman (kiri) dan Ardhito Pramono (kanan). (Foto: Pikiran Rakyat)

Jakarta, Dekannews- Seorang YouTuber dan seorang musisi meminta maaf karena mendukung Omnibus Law Rancangan Undang-undang Cipta Lapangan Kerja (Cilaka).

Dukungan diberikan dengan cara membuat postingan di akun media sosialnya dengan menyertakan tagar #IndonesiaButuhKerja.

Data yang dihimpun, Jumat (14/8/2020), menyebutkan YouTuber yang meminta maaf adalah Golfer Hilman, sementara musisi yang menyesali perbuatannya adalah Ardhito Pramono. 

Mereka meminta maaf karena postingan mereka membuat keduanya dituduh sebagai pendukung RUU yang dikritik dan ditolak banyak kalangan tersebut, terutama kaum buruh, karena RUU itu justru hanya akan menyengsarakan para buruh, bukan menyejahterakan, karena RUU Cilaka bukan hanya akan menghapus pesangon, tapi juga antara lain menghapus cuti haid, menikah dan beribadah; dan membuka peluang perekrutan pekerja hanya sebagai pekerja kontrak dan pekerja lepas.

Tak hanya itu, RUU Cilaka juga berpotensi membatasi kebebasan pers.

Postingan Ardhito, menu matamata.com, telah dihapus, sementara postingan Golfer masih dapat ditemukan di akun Istagram dan Twitter-nya, @pergijauh. Begini salah satu isinya:

"Salam sekut! Keadaan pandemi ini buat segala sesuatunya serba terbatas. Tapi gue juga gak mau diem aja tanpa ngapain-ngapain, gue tetap bertahan dan salurin energi gue untuk bikin dan jalanin strategi baru untuk ngadepin tantangan ini. Balik fokus ke diri sendiri, jalanin apa yang kita bisa. Tetep aktif dan produktif sampai masa pandemi ini berlalu dan kita bisa kembali beraktivitas dan bekerja seperti biasa. Karena gue butuh kerja, lo butuh kerja dan #indonesiabutuhkerja".

Ardhito meminta maaf pada Jumat (14/8/2020) siang ini, sementara Golfer pada Kamis (13/8/2020) kemarin.

Begini isi permintaan maaf Ardhito yang disampaikan melalui akun Twitter-nya, @ardhitoprmn.

"Betul bahwa saya menerima brief untuk ikut dalam kampanye tagar #IndonesiaButuhKerja & menerima bayaran. Seperti kerjasama saya dengan sebuah brand. Namun dalam brief yg saya terima dari publicist saya, tidak ada keterangan tentang Omnibus Law.

Apakah saya bertanya sebelumnya? Ya, saya bertanya. Saya bertanya apakah ada kepentingan politik tertentu? Jawaban publicit saya: Tidak, tujuannya hanya membuat tenang di tengah pandemic karena akan adanya lapangan pekerjaan nantinya. Saya diminta membuat tulisan sesuai dengan harapan saya.

Saya juga bertanya apakah ada hubungannya dengan omnibus law? Jawabannya, tidak ada.

Saya bertanya karena saya hanya musisi, gak paham politik dan tidak punya pengetahuan akan isu2 tersebut, sehingga saya tidak ingin digiring ke ranah yang tidak saya pahami.

Atas ketidaktahuan & seaka seperti nirempati pada mereka yang sedang memperjuangkan penolakan terhadap RUU ini, saya moho maaf. Ke depan saya akan lebih berhati-hati dan peduli.

Saya musisi. Bukan buzzer. Saya ingin memiliki pengaruh, tapi melalui musik yang saya buat. Terima kasih".

Pada cuitan selanjutnya, musisi 25 tahun ini menambahkan: "Atas permintaan maaf ini, saya sudah meminta publicit saya untuk mengembalikan pembayaran yang saya terima dari memposting tagar #IndonesiaButuhKerja".

Sementara itu, di akun Twitter-nya, Gofar menulis permintaan maaf seperti ini:

"Siang semuanya, di sini gue akan menjelaskan soal pekerjaan yang sempet gue ambil dan sekarang jadi perbincangan. Awalnya, gue dapet tawaran untuk bikin video soal kreatifitas di rumah dan gimana cara kreatif bertahan di masa psbb.

Cerita sedikit ketika psbb kemarin cita-cita gue cuma gak mau unpaid leave pegawai, mereka tetap bisa kerja tapi digaji dan thr full yang alhamudillah-nya bisa tercapai.

Dari deck presentasi dan brief yang gue dapet, tidak ada disebutkan mengenai RUU apapun. Dan apa yang gue sampaikan melalui video dan tulisan, tidak ada pernyataan bahwa gue mendukung ataupun mengecilkan salah satu pihak tertentu.

Kesalahan gue dan tim, kita tidak melakukan riset yang lebih dalam lagi sebelum dan sesudah menerima pekerjaan.

Melalui tulisan ini, gue secara pribadi minta maaf, dan ke depannya gue dan tim akan berhati-hati ketika menerima pekerjaan. Have a good day".

Seperti diketahui, pemerintah bukan baru kali ini saja menggunakan influencer seperti para artis ini untuk tujuan tertentu, karena sebelumnya pemerintah bikin heboh dengan akan menyediakan dana Rp72 miliar untuk para influencer agar industri pariwisata yang terpuruk akibat pandemi Covid-19, dapat kembali menggeliat.

Terakhir, pada 15 Juli 2020 pemerintah mengundang belasan influencer dari kalangan artis untuk membahas tentang Covid-19 dari sudut pandang para pekerja seni, dan diminta menyosialisasikan protokol kesehatan Covid-19 kepada masyarakat.

Menurut pengamat media sosial Ismail Fahmi, Anji termasuk salah satu artis yang penah diundang ke Istana, dan pelantun tembang "Bidadari Tak Sayap" itu kini harus berurusan dengan polisi karena memperkenalkan Hadi Pranoto kepada publik sebagai penemu obat Covid-19 yang dinilai cuma suatu kebohongan alias hoaks.

Menurut akun Twitter @kamalbukankemal atau Kamal, selain Ardhito dan Gofar,  artis yang juga melambungkan tagar #IndonesiaButuhKerja adalah Gading Marten melalui video yang diunggah di akun instagramnya, gadiiing,  pada 5 Mei 2020 lalu; Gisella Anastasia; dan Siti Badriah. (rhm)