Duh! Dinas SDA Izinkan 4 Bangunan Berdiri di Bantaran Sungai Kendal

Bangunan yang berdiri di bantaran Sungai Kendal atas seizin Dinas SDA. (Foto: eko/Dekan)

Jakarta, Dekannews- Maraknya bangunan di bantaran kali/sungai di wilayah Jakarta Utara diduga akibat kurangnya pengawasan dan lemahnya penindakan oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.

Bahkan alih-alih ditindak, ada bangunan yang diduga justru diizinkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk didirikan di tempat terlarang tersebut.

Bangunan dimaksud berada di bantaran sungai di Jalan Sungai Kendal, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Menurut informasi, bangunan ini diizinkan didirikan sebagai tempat tinggal sopir dan petugas kebersihan lapangan SDA.

Dari pantauan dekannews.com, Rabu (24/7/2019), terlihat ada empat bangunan di bantaran Sungai Kendal yanf semuanya dibuat semi permanen.

Menurut Wakil Ketua Dewan Kota Jakarta Utara, M Rifani, setiap warga Jakarta, apalagi instansi pemerintahan, harus mematuhi semua peraturan yang berlaku, termasuk Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

"Mendirikan bangunan di bantara sungai seperti ini sangat menyalahi peraturan. Jika dibiarkan akan memicu masyarakat untuk membangun bangunan di sebelahnya, sehingga lama-lama di bantaran Sungai Kendal menjadi marak dengan bangunan liar," katanya.

Rifani mengaku sangat menyayangkan kebijakan Dinas SDA ini. Apalagi karena yang dibangun berupa bangunan semi permanen.

"Kalau mau membangun di sini ya cukup dengan bedeng saja, sehingga sewaktu-waktu bisa dibongkar bila sudah tidak butuhkan lagi," imbuhnya.

Kasatpol PP Kelurahan Marunda, Susi, ketika dikonfirmasi mengatakan kalau dia telah mendatangi lokasi dimana keempat bangunan semi permanen itu berada, dan membenarkan kalau bangunan itu berdiri atas izin Dinas SDA.

Ia bahkan juga mengatakan kalau lahan tempat dimana keempat bangunan itu berdiri merupakan lahan milik SKPD tersebut.

'Kami tidak bisa bertindak karena itu diperuntukan untuk tempat tinggal sopir yang bekerja di daerah tersebut," kata Susi melalui pesan WhatsApp.

Kasatpel SDA Kecamatan Cilincing,  Sarpan, saat hendak dikonfirmasi tidak ada ditempat dan selalu menghindar.  (eko)