DPP LIRA Instruksikan Pengurus dan Jajaran Kawal Pemilu 2019

Presiden LIRA Olivia Elvira (kiri) dan Sekjen DPP LIRA Budi Siswanto (kanan). (Foto: RMOL)

Jakarta, Dekannews- Menjelang pemungutan suara Pemilu 2019 pada Rabu (17/4) lusa, Dewan Pimpinan Pusat Lumbung Informasi Rakyat (DPP LIRA) menerbitkan instruksi kepada pengurus dan jajarannya di seluruh Indonesia agar mengawal pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan itu.

Instruksi yang tertuang dalam surat bernomor 024/IST-PHT/DPP LIRA/IV/2019 tersebut ditandatangani pada 12 April 2019 oleh Presiden LIRA Olivia Elvira dan Sekjen DPP LIRA Budi Siswanto, dan ditujukan kepada gubernur/bupati/walikota LIRA, ketua umum LSO dan direktur Badan Otonom se-Indonesia.

"Sehubungan dengan telah masuknya masa tenang dan akan diselenggarakannya pesta demokrasi pemilihan umum tanggal 17 April 2019, dengan ini DPP LIRA menginstruksikan ....," demikian tertera dalam surat yang diterima media pada Senin (15/3/2019) tersebut.

Ada tiga poin instruksi yang terbitkan:
1. Kepada pengurus LIRA dan jajarannya di semua tingkatan untuk turut serta berperan aktif mengawal, mengamankan dan menyukseskan proses Pemilu 17 April 2019 untuk tercapainya Pemilu yang Luber dan Jurdil
2. Menjaga dan berperan aktif menciptakan suasana kondusif, aman dan damai di daerah/lingkungan masing-masing
3. Apabila ditemukan oknum yang berusaha mengganggu atau menimbulkan kekacauan, supaya segera melaporkan dan berkoordinasi dengan aparat berwenang.

Sebelumnya, dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-3 di Jakarta pada 2 Maret 2019, salah satu Ormas besar di Indonesia ini memutuskan untuk netral pada perhelatan Pemilu 2019, karena sejumlah kadernya menjadi Caleg bagi partai pengusung Paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dan Paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi, seperti Caleg untuk Gerindra, PKS, PDIP dan Perindo.

Dalam amanatnya, Presiden LIRA Olivia Elvira meminta semua pengurus dan jajaran mematuhi keputusan ini, karena jika ada yang ketahuan membawa-bawa nama LIRA dalam kontestasi Pemilu 2019, maka pelakunya akan dikenai sanksi tegas. (man)