DKI Luncurkan JAKWIFI, Reiza: Ini Pentingnya Punya Pemimpin Dapat Rasakan Kesulitan Rakyat

Reiza Patters (kanan) bersama budayawan JJ Rizal (tengah) dab aktivis Adjie Rimbawan (kiri). (Foto: Facebook)

Jakarta, Dekannews- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajaran Dinas Kominfotik, Jumat (28/8/2020), meluncurkan JAKWIFI, program Internet untuk semua, sebagai upaya penyediaan akses internet gratis yang menjangkau semua warga Jakarta, termasuk yang bermukim di permukiman padat penduduk.  

Peluncuran yang dilakukan secara virtual di Balaikota, Jakarta Pusat, ini diapresiasi Reiza Patters, mantan Tim Pakar Anies – Sandi.

Menurut dia, peluncuran JAKWIFI merupakan  langkah yang tepat untuk menjawab permasalahan yang dihadapi siswa dan mahasiswa di Ibukota, yang selama masa pandemi Covid-19 saat ini, harus melakukan pembelajaran secara online (daring). 

“Selama masa pembelajaran jarak jauh (secara online) ini, banyak warga yang mengeluh karena tidak memiliki kuota internet. Jadi, JAKWIFI adalah solusi yang tepat bagi warga yang kesulitan akses internet.  Inilah arti penting memiliki pemimpin yang dapat merasakan kesulitan rakyat," ujarnya melalui siaran tertulis, Jumat (28/8/2020) malam. 

Ia berharap penggunaan internet gratis tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh para pelajar dan mahasiswa, tetapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pelaku UMKM yang dapat mulai go online, dan anak-anak muda yang memiliki bakat membuat konten kreatif.

"Penyediaan akses internet gratis untuk warga merupakan upaya untuk secara konkrit mewujudkan Smartcity, sebuah kota yang cerdas dengan warga yang cerdas," tegas Caleg Partai Demokrat pada Pileg 2019 ini. 

Ia mengingatkan bahwa selama ini publik sering berbicara tentang membangun Smartcity sebagai penataan kota yang terintegrasi melalui penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan elemen-elemn pendukungnya seperti smart governance, smart technology, smart infrastructure, smart healthcare, smart mobility, smart building, smart energy dan smart citizen, namun melupakan bahwa sebenarnya akses warga terhadap internet masih sangat rendah. 

Data menunjukkan, pada 2019 baru 40% dari total populasi di Indonesia atau sekitar 100 juta orang yang memiliki akses internet. Lebih rendah dibanding penduduk Filipina yang telah 60% menjangkau akses internet. 

Selain itu, penggunaan internet di Indonesia juga masih belum merata, karena pengguna internet masih didominasi oleh masyarakat berpendidikan tinggi, 

Untuk diketahui, Program JAKWIFI merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) serta PT Bali Towerindo Sentra.

Saat ini, tersedia 4.956 titik akses yang sedang ditingkatkan kapasitasnya secara bertahap. Perluasan penyediaan akses internet ini ditargetkan lebih dari 9.000 titik akses selama dua bulan ke depan. (rhm)