Dituding Sebarkan Fitnah dan Lakukan Doxing, Twitter Diminta Suspend @ulinyusron

Salah satu cuitan @ulinyusron yang dinilai mengandung fitnah dan doxing. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Warganet meminta pengelola Twiiter agar men-suspend akun @ulinyusron, salah satu akun diehard pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf, karena dinilai telah menyebarkan fitnah dan melakukan doxing (memublikasikan data informasi seseorang).

Hal itu dilakukan Ulin untuk menyikapi pernyataan seorang peserta aksi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu yang menyatakan akan memenggal kepala Jokowi.

Video pria ini sempat viral di media sosial.

"Pak @jokowi kalau orang seperti @ulinyusron ini tetap jadi corongnya bapak, saya gak bisa membayangkan ada berapa korban lagi abis ini akibat didoxing salah sama dia. @TwitterID please suspend @ulinyusron account for he has caused someone life's in danger because of his stupidity," kata @cokiegig88 seperti dikutip, Minggu (12/5/2019).

Pengamat politik Umar Hasibuan pun.marah sekali pada perbuatan Ulin.

"Yang kausebarkan hoax kemarin orang kebumen @ulinyusron yang ditangkap ini orang parung. Betapa berdosanya kau ulin, sebar fitnah dibulan Romadon," kata Umar melalui @Umar_Hasibuan_..

Di akun Twitter-nya, Ulin menulis begini;

"Sabar aja. Nanti juga bakal ketemu. Ada juga yang bilang pria dalam video tersebut atas nama: DHEVA SUPRAYOGA," katanya.

Di cuitannya ini, Ulin membeberkan data pribadi Dheva yang agaknya bersumber dari instansi Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), karena data itu lengkap, seperti NIK Dheva yang bernomor 3305121103950003, tempat tanggal lahirnya, statusnya sebagai mahasiswa, alamatnya, dan fotonya.q

Cuitan Ulin itu langsung dibantah akun @KebumenTwit.

"Bukan warga Kebumen. Dibongkar warganet. Identitas Pendemo Bawaslu yang serukan penggal kepala Jokowi bukan warga Kebumen. Sumber Info: twitter.com/makLambeTurah/...," katanya.

Cuitan ini menyematkan video seorang pemuda berkaos oranye yang mengaku bernama Dheva.

Berikut pengakuan pemuda itu:

"Selamat siang semuanya, saya Dheva Suprayoga, tinggal di Gang Terate, Kebumen. Saya ingin mengklarifikasi bahwa yang ada di video itu sebetulnya bukan saya. Saya dari kemarin, juga Jumatan di Masjid Darussalam di Kebumen, dan saya tidak pernah melakukan berpergian jauh, dan saya mendukung Polri untuk menangkap pelaku secepat-cepanya. Terima kasih".

Dari cuitan-cuitan warganet, juga terungkap kalau Ulin tidak hanya melakukan doxing terhadap satu orang, melainkan dua, karena dia juga melakukan doxing  untuk orang dengan.identitas yang berbeda.

Begini cuitan Ulin untuk doxing yang kedua, yang diposting pada Sabtu (11/5/2019) pukul 15:52 itu.

"Ini orangnya, silakan diproses sesuai hukum yang berlaku".

Ia membeberkan identitas seorang pemuda bernama Cep Yanto, lengkap dengan fotonya, NIK-nya, tempat lahirnya, tanggal lahirnya, agamanya, jenis kelaminnya dan alamatnya.

Postingan ini banjir kritik dan kecaman, salah satunya dari @ruliharahap dan @dusrimulya.

"So I don't what your fucking problem is, Yusron, but you fucked son. Not only do you dox this dude ...," kata @ruliharahap.

"Setiap orang yang tanpa hak menyebarluaskan data kependudukan sebagaimana dimaksud dalam pasal 79 ayat (3) dan data pribadi sebagaimana dimaksud salam.pasal 86 ayat (1a) dipidana penjara paling lama dua tahun dan/atau denda paling banyak Rp25 juta. (Pasal 95a UU Kependudukan)," @dusrimulya mengingatkan.

Doxing yang dilakukan Ulin ini juga membuat warganet marah kepada Dukcapil.

"Pak, kalau data e-KTP bisa diakses terus dipake doxing kayak kelakuan Ulin, gimana kami bisa percaya  soal keamanan data kami?" tanya @mrs_enci.

Tak ditemukan jawaban Ulin atas serangan yang diterimanya, meski hingga sore ini cuitan itu telah di retweet 304 kali san dilike 355 kali.

Seperti diketahui, untuk kasus ini Polda Metro Jaya telah menangkap seorang pria berinisial HS karena pria inilah yang menurut polisi yang dalam video itu mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

HS diciduk di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, pada pagi tadi.

"Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE dengan modus pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI yang sedang viral di media sosial saat sekarang ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono melalui pesan singkat,  (12/5/2019).

Argo menjelaskan, HS diciduk karena diduga melanggar pasal 104 KUHP dan atau pasal 27 ayat (4) jo pasal 45 ayat (1) UU ITE. (man)