Direktur Jenderal WHO Diduga Gay

Tedros Adhanom Ghebreyesus dan videonya yang menghebohkan. (Sumber: @BeachMilk)

Jakarta, Dekannews- Sebuah video berdurasi 14 detik menggegerkan warganet dunia, karena dalam video itu Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus berjoget dengan menggunakan celana supermini dan atasan dengan desain mirip bra wanita, sehingga perutnya yang buncit terlihat jelas. Begitupula pusarnya.

Cara joget sang Dirjen WHO itu pun memberikan kesan kalau dia seperti memiliki sifat kewanita-wanitaan, sangat berbeda dengan ketika memberikan keterangan pers di markas WHO di Jenewa, Swiss, atau ketika berpidato di PBB.

Sambil berjoget, dia menenggak minuman yang dituang dari sebuah botol ke sebuah gelas, oleh dirinya sendiri.

Video itu antara lain diposting pemilik akun @BeachMilk pada Minggu (14/6/2020) pukul 18:33. Hingga Senin (15/6/2020) pagi ini, video itu sudah diretweet sebanyak 395 kali, disukai 639 warganet, dan dikomentari 109 orang.

"I guess that's how they wind down after a hard day in the UN? (Saya kira begitulah cara mereka bersantai setelah seharian bekerja keras di PBB?" komentar @BeachMilk atas postingannya itu.

Pemilik akun @warren00761692 mengatakan kalau video itu dibuat pada Oktober 2019 setelah pesta untuk launching kembali Covid-19.

"Film at the afterparty for the Covid-19 launch back in october. Tedros or "ted the tank" can be a bit of handful once he's got a few bottle ethiopian tej mead down him, either that of that silly billy gates has been spiking the drink again, it's a party trick of his," katanya.

Bila cuitan ini benar, informasinya sangat mengagetkan, karena pandemi Covid-19 baru diketahui pada akhir Desember 2019.

Kala pandemi itu diketahui, media dan WHO sendiri masih menyebut kalau pandemi itu diakibatkan oleh Coronavirus tipe baru, dan penamaan Covid-19 oleh WHO baru dilakukaan pada Februari 2020.

Pemilik akun @Dman3163 menilai, Tedros memang asli seorang gadis, dan dia menyumpahi Dirjen WHO itu serta pemimpin-pemimpin yang telah menimbulkan chaos dan kejahatan bagi dunia, terbakar.

"He is a real girl getter. Depravity reigns with so many leaders of this fallen world. May they all burn for the chaos and evil they brought to the world. Especially to the children. The evil ones serve the lord of the air, his time is short and so are theirs", katanya.

Tedros menjabat sebagai Dirjen WHO sejak 2017. Sebelumnya dia adalah seorang peneliti dan pejabat kesehatan masyarakat Ethiopia, dan dia tercatat sebagai non-dokter pertama dan orang Afrika pertama yang menjabat posisi penting di salah satu lembaga di PBB tersebut.

Dia menjadi Dirjen WHO berkat dukungan Uni Afrika.

Seperti diketahui, saat ini kinerja WHO sedang sangat disorot, terutama oleh Presiden AS Donald Trump, dalam menangani Covid-19, karena WHO dinilai tidak transparan dalam menangani wabah yang bersumber dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, tersebut, sehingga menyebar ke seluruh dunia.

Trump bahkan telah memutus hubungan negaranya dengan WHO, karena curiga lembaga PBB ini main mata dengan China.

Hingga Senin pagi ini, menurut data Reuters, 7.9 juta orang di seluruh dunia terinfeksi Covid-19, dimana 432.038 orang di antaranya meninggal dunia.

Bill Gates dan Covid-19

Penyebutan nama konglomerat Bill Gates dan Covid-19 pada cuitan @warren00761692 juga menarik, karena sebelumnya, pada 21 Mei 2020, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam kanal YouTube Deddy Corbuzier, menyarankan agar masyarakat jangan menggunakan vaksin Covid-19 yang dihasilkan perusahaan Bill Gates.

“Ada sesuatu yang aneh untuk saya,” kata wanita yang saat ini mendekam di penjara akibat tuduhan melakukan tindak pidana korupsi itu. 

Siti menjelaskan alasan mengapa dirinya mencurigai Bill Gates kemungkinan ada di balik pandemi Covid-19.

Pertama, dirinya mengamati Bill ketika menjadi pembicara dalam forum ekonomi dunia di Davos Swiss, pada awal tahun silam.

“Di sana Bill Gates menjadi pembicara utama dan dia menggebu-gebu mengatakan bahwa nanti ada pandemi. Dan anehnya, dia sudah mempersiapkan vaksin. Mengapa pandeminya enggak dihentikan? Kenapa harus bikin vaksin?” tanyanya.

Kedua, Siti mempersoalkan latar belakang Bill Gates sebagai seorang pengusaha dan pebisnis, serta tidak punya latar belakang di bidang kesehatan maupun kedokteran.

“Dia juga bukan dokter, enggak pernah sekolah kedokteran, mengapa dia dengan begitu fasihnya bilang bahwa akan ada pandemi, lalu menganalisa dunia butuh vaksin sekian miliar? Menurut saya itu tidak masuk akal saja,” katanya.

Pada 2007, Menkes RI periode 2004 - 2009 tersebut menulis buku berjudul ‘Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung’ yang berisi tuduhan tentang adanya konspirasi Amerika Serikat dan WHO dalam mengembangkan senjata biologis dengan menggunakan virus flu burung.

Buku ini menuai protes dari petinggi-petinggi WHO dan AS. Buku edisi Bahasa Inggris ditarik dari peredaran untuk dilakukan revisi, sedangkan buku edisi Bahasa Indonesia masih beredar dan memasuki cetakan keempat.

Pada 2012, Polri menetapkan perempuan 70 tahun itu sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pada proyek pengadaan alat kesehatan dengan kerugian negara sebesar Rp6 miliar.

Meski Siti membantah keras tuduhan itu, pada 2017 dia divonis 4 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta karena dinilai terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp1,9 miliar dalam proyek itu.

Atas vonis itu Siti tidak mengajukan banding, meski melihat berbagai keanehan selama persidangannya digelar.

Keanehan tersebut di antaranya karena vonis tidak didasari fakta persidangan dan tuntutan jaksa, serta perkaranya ini ternyata memiliki dua dakwaan. (rhm)