Dipertanyakan, Sumber Dana Pembelian Lahan 70 Hektar

Gedung Perumda Pembangunan Sarana Jaya. [ist]

Jakarta, Dekannews – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya (PSJ) mengungkapkan memiliki lahan seluas 70 hektar. Kepemilikan lahan seluas itu melalui pembelian dalam kurun waktu dua tahun.

Fakta tersebut diungkapan Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz, kepada wartawan, usai memimpin rapat dengan Perumda PSJ dengan agenda Evaluasi Terhadap Program Kerja Perumda Pembangunan Sarana Jaya Tahun 2020 dan Rencana Kerja Tahun 2021, Senin (15/3/2021). Tentunya menjadi pertanyaan, berapa besar anggaran yang dihabiskan untuk pengadaan selama dua tahun ini? Lalu, sumber pendanaan untuk pembelian lahan seluas 70 hektar dari mana?

Menurut Abdul Aziz kepada dekannews, usai memberi keterangan kepada wartawan, bisa bersumber dari Penyertaan Modal Daerah (PMD) dan hasil usaha lainnya. “Namun untuk pembelian lahan seluas 70 hektar, Perumda Pembangunan Sarana Jaya baru berjanji akan memberikan data satu bulan lagi, tapi kami minta dua minggu untuk segera disiapkan,” ujar Abdul Aziz.

Merujuk pernyataan Dirut PSJ non aktif Yoory C Pinontoan, untuk pembelian lahan menggunakan dana PMD Rp500 milyar dari total Rp935 milyar yang berbeda dari dokumen Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) TA 2019 yang mencapai Rp2,229 trilyun, hanya untuk  pembelian lahan di Pondok Ranggon Munjul, Abdul Aziz belum bisa memberikan penjelas rinci perihal ini. “Bisa saja dalam perjalanan terjadi penambahan dan pengurangan anggaran PMD untuk Perumda Sarana Jaya,” ujar Abdul Aziz.

Ternyata dalam pengadaan lahan di Pondok Ranggon Munjul berujung dugaan korupsi dengan tersangka Dirut PSJ Yoory C Pinontoan. Lahan untuk Program Rumah DP Nol Rupiah bukan hanya di Pondok Ranggon Munjul tapi juga di Cilangkap, Pulo Gebang dan Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Semua lahan –lahan itu agar disidik KPK.

Mengacu LKPD Pemprov DKI Jakarta yang telah diaudit BPK untuk TA 2019, Perumda PSJ mendapat PMD RP2,229 trilyun. APBD TA 2018 sebesar Rp1,026 trilyun. APBD TA 2017 Rp156 milyar dan APBD TA 2020 Rp950 milyar. (kir)