Dinilai Tak Punya Legalitas, Jajaran DPP Pemuda LIRA Diimbau Tak Hadiri Rapimnas

Salah satu model kartu undangan Rapimnas I DPP Pemuda LIRA versi Adam Irham. (Dok: DPP LIRA)

Jakarta, Dekannews- Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (DPP Pemuda LIRA), Adjie Rimbawan, meminta jajarannya di tingkat pusat dan daerah untuk tidak menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I DPP Pemuda LIRA di Hotel Mega Matra, Jakarta, Sabtu (4/5/2019).

"Penyelenggaraan Rapimnas itu bermasalah dari segi hukum dan legalitas," kata Adjie melalui telepon, Kamis (2/5/2019).

Ia menjelaskan, acara yang menghadirkan Gubernur Anies Bswedan dan Menpora Imam Nahrawi itu diselenggarakan oleh Adam Irham, mantan Ketum DPP Pemuda LIRA yang di dalam undangan yang disebar, masih mengklaim sebagai Ketum DPP Pemuda LIRA.

Adam diberhentikan oleh Ketum DPP LIRA Olivia Elvira pada 21 Februari 2019 melalui surat pemberhentian bernomor 125/A1/Kep/PEMBERHENTIAN/2019.

"Sedikitnya ada delapan alasan mengapa dia diberhentikan, dan dengan keluarnya surat pemberhentian itu, maka secara otomatis dia juga dipecat dari LIRA, dan bukan lagi anggota keluarga besar LIRA," imbuhnya.

inilah delapan alasan pemecatan Adam menurut Adjie:
1. Menolak membuatkan KTA LIRA sebagai dasar identitas Lembaga LIRA utk seluruh pengurus dan anggota LSO/Batom
2. Menolak untuk menjalankan perintah DPP terkait pergantian ketua Pemuda LIRA Sumut
3. Melakukan pencemaran kebijakan DPP terkait dukungan terhadap kandidat Ketum KNPI (wanprestasi)
4. Menolak menyetujui hasil Rakernas Medan poin dukungan LIRA kepada Edi Rahmayadi dan ijek Syah
5. Melakukan konsolidasi di daerah tanpa koordinasi dengan DPW & DPD LIRA sebagai ex officio Pembina
6. Perkembangan organisasi tidak terlihat secara baik, terkesan jalan di tempat, nyatanya tetap saja didukung oleh LIRA sebagai induk, kemampuan secara mandiri juga tidak ada, dibuktikan dengan tidak adanya aset organisasi seperti komputer dan lain-lain.
7. Terkait konsolidasi kapasitas SDM juga tidak begitu bagus. Ini terlihat masih dominannya orang-orang lama, padahal semangat awal adalah pembaharuan kepengurusan, sementara orang lama supporting sifatnya
8. Secara personal Adam Irham, sebagai Ketum Pemuda LIRA terkesan angkuh, mengabaikan keberadaan orang lain, merasa besar dan mau menang sendiri (pemakaian ruang diskusi LIRA, ruang rapat dll)

Selain masalah status Adam Irham yang sudah bukan lagi anggota LIRA, Adjie menyebut pelanggaran lain adalah penggunaan nama dan logo LIRA yang merupakan hak paten DPP LIRA pimpinan Olivia Elvira, karena nama dan logo tersebut telah terdaftar di Ditjen HAKI Kemenkumham dengan Nomor Pendaftaran : IDM000637885, dan sertifikat Hak Paten atas nama dan logo itu diterbitkan pada 14 Januari 2019.

"Jadi, ada pelanggaran Hak Cipta juga dalam penyelenggaraan Rapimnas itu, dan ini pelanggaran serius," katanya.

Meski demikian Adjie mengatakan tidak akan membawa kasus ini ke ranah hukum, namun akan menyurati pihak-pihak terkait atas fakta dan realita di balik penyelenggaraan Rapimnas tersebut.

"Jadi, kami akan menyurati Gubernur Anies Baswedan, Menpora Imam Nahrawi, dan Kemenkumham," jelasnya.

Menurut informasi, undangan Rapimnas I DPP Pemuda LIRA dengan Adam Irham sebagai ketua umum telah beredar sejak pekan lalu. Pada kartu undangan berwarna merah putih itu tertera kalau Rapimnas diberi tema "Menyongsong Indonesia Menuju Negara Maju".

Belum diketahui apa tujuan Adam menyelenggarakan Rapimnas dengan mengatasnamakan DPP Pemuda LIRA, karena saat dikonfirmasi seorang wartawan melalui pesan WhatsApp, yang bersangkutan hanya membacanya dan tidak memberikan tanggapan apa pun. (man)