Din Akui 3 Deklarator KAMI Ditangkap Polisi

Din Syamsudin. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Berikut Syahganda Nainggolan, ternyata ada tiga deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang ditangkap polisi.

Dua lainnya adalah Jumhur Hidayat dan Anton Permana.

Seperti halnya Syahganda, dalam jajaran kepengurusan KAMI, Jumhur berada di jajaran Komite Eksekutif.

"Ya benar (ada tiga orang yang ditangkap)," ucap Presidium KAMI Din Syamsuddin saat dihubungi media, Selasa (13/10/2020).

Din mengatakan KAMI memiliki tim hukum dan akan melakukan langkah untuk merespons penangkapan ini.

"KAMI punya tim hukum. Harap tanya Ahmad Yani, karena ini porsi Komite Eksekutif," ungkapnya.

Belum diketahui apa yang mendasari polisi menangkap Jumhur dan Anton, namun seperti diberitakan sebelumnya Syahganda yang ditangkap Selasa (13/10/2020) sekitar pukul 04:00 WIB di rumahnya di Jalan Tebet Barat Dalam IIE, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, ditangkap karena dituduh menyebarkan berita atau pemberitahuan bohong yang dapat menimbulkan keonaran dan rasa kebencian berdasarkan SARA melalui akun Twitter-nya, @syahganda. 

Hal ini diketahui, berdasarkan surat penangkapan bernomor SP.Kap/165/X/2020/Dittipidsiber yang diterbitkan Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Siber,  dan tersebar di media sosial.

Syahganda dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau pasal 45A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 

Dari Surat Tanda Penerimaan Barang Bukti bernomor STP/225/X/2020/Dittipidsiber Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Siber untuk kasus ini yang juga beredar di media sosial, diketahui kalau saat ditangkap, dari Syahganda polisi menyita barang bukti berupa satu unit laptop, satu unit handphone Xiomi hitam, KTP atas nama Syahganda Nainggolan, satu buah flasdisk berkapasitas 64 GB,dua buah flasdisk berkapasitas 16 GB, dan sebuah buku. 

Tak sebutkan dalam surat penangkapan kabar atau pemberitahuan bohong apa yang disebarkan Syahganda melalui akun Twitter-nya. 

Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani, saat dihubungi wartawan mengatakan bahwa KAMI tengah menyiapkan tim advokasi untuk mendampingi Syahganda dalam menjalani proses hukum. (rhm)