Di Usia 15 Tahun, Jaktour Siap Menggurita di Bisnis Pariwisata

CEO Jaktour Group Geraard Jeffry Z Rantung. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Di usianya yang telah memasuki 15 tahun pada Selasa (17/9/2019), PT Jakarta Tourisindo (Jaktour Group) tengah berproses untuk menjadikan dirinya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tak hanya pantas untuk dibanggakan oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai pemiliknya, namun juga  perusahaan dengan jaringan hotel yang dikenal hingga mancanegara.

Pada 2015-2016, perusahaan plat merah ini sempat terpuruk dan menanggung defisit hingga Rp19,7 miliar, sehingga pada Agustus 2017 Pemprov DKI merombak jajaran komisaris dan direksinya. 

"Selama 15 tahun ini sudah banyak yang dialami Jaktour, dan tentunya saat ini ada hal-hal yang menjadi rencana kerja, baik prioritas maupun rencana strategis perusahaan," kata CEO Jaktour Group, Geraard Jeffry Z Rantung, kepada dekannews.com di kantornya, Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2019).

Diakui, sebagaimana digambarkan dalam visi dan misi, ia ingin ke depan Jaktour menjadi BUMD yang patut dibanggakan, baik dalam skala nasional maupun internasional, dan jaringan hotel Jaktour yang berjumlah tujuh unit, termasuk Grand Cempaka, menjadi destinasi para tamu domestik maupun mancanegara.

Untuk merealisasikan visi dan misi itu, Jaktour melakukan ekspansi besar-besaran dengan membentuk empat divisi baru, sehingga Jaktour tak hanya fokus pada core business-nya sebagai BUMD yang bergerak di bidang jasa perhotelan.

Keempat divisi dimaksud adalah Divisi Makanan dan Minuman (Mamin) yang mulai 2020 mendatang akan dibranding dengan label JakF&B (Food and Baverage); Devisi Leisure yang akan dibranding dengan label JakLeisure: Divisi Pendidikan (Education) yang akan dibranding dengan label JakEdu; dan Divisi Information and Technology yang akan dibranding dengan label JakInfotech.

Divisi Hotel akan dibranding dengan label JakHotel.

Tak cukup sampai di situ, Jeffry juga mengatakan kalau ke depan Jaktour akan menangani pengembangan pariwisata Jakarta, dan Divisi Hotel tak lagi hanya mengelola hotel milik sendiri, namun juga mengelola hotel milik orang lain dengan sistem kerjasama.

Khusus untuk pengembangan pariwisata Jakarta, Jeffry menjelaskan kalau Jaktour akan menjadi stake holder pembangunan sarana dan prasarana destinasi-destinasi wisata di Jakarta seperti Kepulauan Seribu dan Kota Tua, bekerjasama dengan perusahaan jasa konstruksi.

Praktis, jika semua rencana kerja telah berjalan, Jaktour akan menjadi BUMD DKI yang menggurita di bisnis pariwisata ibukota, karena merambah hampir semua bidang di industri ini.

Dengan menggandeng PT Pembangunan Jaya Ancol, melalui JakLeisure, Grand Cempaka Resort milik Jaktour yang berada di kawasan Puncak, Jawa Barat, akan dilengkapi fasilitas Team Park dan Water Park, sementara lahan yang berada di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, akan 'disulap' menjadi pusat belanja dengan konsep one stop mall.

Di sisi lain, melalui JakEdu, Jaktour akan memiliki fasilitas pendidikan yang mencetak sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata untuk memenuhi kebutuhan internal dan eksternal, dan melalui JakInfotech, Jaktour akan memiliki aplikasi sendiri untuk menunjang operasional seluruh divisi.

Jeffry menambahkan, terkait pelibatan Jaktour dalam pengembangan pariwisata Jakarta, dalam waktu dekat ini ia akan mengusulkan pembentukan Jakarta Tourism Development Coporation (JTDC) kepada Gubernur Anies Baswedan dimana Jaktour bisa menjadi salah satu stakeholdernya

"JTDC adalah badan yang bersifat profesional dengan tugas mengkoordinir pembangunan sarana dan prasarana pariwisata di Jakarta. Jika badan yang beetanggung jawab langsung kepada gubernur ini terbentuk, Kepulauan Seribu akan dijadikan sebagai pilot project, karena sampai saat ini pembangunan sarana dan prasarana di sana masih memerlukan dukungan, sementara potensi wisatanya sangat luar biasa, dan Kepulauan Seribu juga telah ditetapkan pemerintah sebagai 10 Bali baru di Indonesia," jelasnya.

Hal yang juga perlu diketahui dari rencana kerja Jaktour adalah, jika pengajuan Penyertaan Modal Daerah (PMD) sebesar Rp119 miliar pada 2020 disetujui DPRD DKI Jakarta, selain akan melanjutkan renovasi Hotel Grand Cempaka, Jaktour juga akan merevitalisasi Hotel C'One di Pulomas dan Cempaka Putih.

Kedua hotel ini akan dirombak total, sehingga meski tetap sebagai hotel budget, namun dengan konsep yang berbeda karena di dalam area hotel itu akan dibangun apartemen dan fasilitas komersial seperti klinik dan lainnya.

"Kami tengah menjajaki kemungkinan kalau di situ juga dapat diakomodir Program Rumah DP 0 Rupiah," jelas Jeffry. (rhm)