Demi Juara Umum PON XX, KONI Diminta Ajukan Anggaran Pembelian Peralatan Olahraga

M Taufik memberikan sambutan di halal bihalal KONI DKI Jakarta, Selasa (30/7/2019) malam. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Ketua Dewan Pembina KONI DKI Jakarta, M Taufik, meminta pengurus lembaga yang dibinanya itu agar segera mengajukan tambahan anggaran guna mencapai target menjadi juara umum PON XX di Papua tahun depan. 

Pasalnya, berdasarkan laporan Ketua Umum KONI DKI Jakarta Djamhuron P Wibowo, meski penyelenggaraan PON tinggal 469 hari, namun persiapan para atletnya belum maksimal, sehingga jika PON diselenggarakan hari ini, DKI Jakarta hanya akan berada di posisi ketiga setelah Jawa Timur dan Jawa Barat. 

"Kalau mendengar paparan ketua umum tadi, saya pesimis DKI Jakarta bisa jadi juara umum, karena semangat saja memang tidak cukup kalau peralatan saja tidak memadai," kata Taufik dalam acara Halal Bi Halal dan Silaturahmi Olahraga Menuju PON XX/2020 Papua di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2019) malam. 

Acara ini dikemas dengan tema "Bersatu dan Bersama Menuju Kemenangan", serta dihadiri antara lain oleh Sekda DKI Saefullah mewakili Gubernur Jakarta Anies Baswedan; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Disorda) Ahmad Firdaus; Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Syahrial; Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali; perwakilan dari KONI Pusat dan ratusan atlet, pelatih serta para pimpinan cabang olahraga (Cabor) yang akan berlaga di PON XX. 

Taufik mengingatkan, jika anggaran untuk membeli peralatan tidak mencukupi, maka pengurus KONI segera ajukan tambahan ke Pemprov DKI mumpung APBD Perubahan masih dibahas. 

"Anggaran itu yang atur Sekda. Beliau ada di sini. Di sini juga ada Ketua Komisi E Pak Syahrial dan ada anggota Komisi C Pak Ashraf Ali. Kalau untuk mencapai target juara umum PON, pengajuan pasti tidak akan ditolak," tegas Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra itu. 

Taufik mengingatkan, sebagai pembina KONI, ia juga mendorong agar peralatan yang dibeli merupakan peralatan yang memenuhi standar untuk semua cabang olahraga. 

"Jangan sampai terjadi, sampai PON diselenggarakan, sepeda gunung saja masih pinjam. APBD DKI itu besar,  hampir Rp100 triliun, masak kalah sama Jatim yang APBD-nya hanya Rp20 triliunan?" tegasnya. 

Taufik bahkan menyarankan agar untuk mengatasi masalah pendanaan, KONI juga melakukan presentasi di hadapan pengusaha agar mau menjadi 'bapak angkat' bagi Cabor-Cabor yang dipertandingkan di PON. 

"Presentasi itu bisa difasilitasi Sekda atau gubernur," tegas ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta itu. 

Sebelumnya, saat memberikan sambutan, Djamhuron membeberkan berbagai permasalahan yang hingga kini masih dihadapi KONI DKI Jakarta dalam upaya menjadi juara umum di PON XX Papua. 

Di antara masalah-masalah tersebut, ia mengatakan kalau 60-70% atletnya masih memiliki performa yang kurang memadai, sehingga belum mampu bertarung dalam jangka waktu yang lama (endurance) dan masih harus digembleng dengan dimasukkan ke training camp (TC). 

Selain itu, peralatan yang dimiliki semua Cabor kurang memadai, sehingga latihan atlet menjadi tidak maksimal.

"Jika PON XX digelar hari ini, berdasarkan hasil babak prakualifikasi PON yang telah dijalani, peluang paling bagus kita berada di peringkat ketiga dengan perolehan emas diprediksi sebanyak 125 emas, sementara untuk menjadi juara umum minimal harus meraih 192 emas. Jatim mendapat 190 emas," imbuh Djamhuron. 

Menanggapi usul Taufik, Sekda DKI Saefullah mengatakan bahwa bagi Pemprov DKI tak ada masalah jika harus menambahi anggaran KONI, dan anggaran itu bisa segera diusulkan oleh Kepala Disorda Ahmad Firdaus dan KONI sendiri. 

"Kami tunggu mana proposal juara umumnya? Tinggak digolkan saja," katanya. 

Meski demikian Sekda mengingatkan bahwa dari 19 kali PON yang telah diselenggarakan, Jakarta telah sembilan kali jadi tuan rumah dan 11 kali jadi juara umum. 

"Kalau tahun depan (di PON XX) juara umum lagi, itu hal biasa," katanya. 

Untuk diketahui, pada 2019 ini KONI DKI mendapat alokasi anggaran sebesar Rp201 miliar. 

"Kami dan Disorda sebenarnya sudah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp60 miliar untuk membeli peralatan, tapi dengan adanya usulan dari Dewan Pembina, tambahan anggaran yang kita usulkan akan diperhitungkan lagi," kata Djamhuron. (rhm)