Deklarator KAMI Ditangkap dengan Tuduhan Siarkan Berita Bohong

Syahganda Nainggolan. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Salah satu deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan, Selasa (13/10/2020) sekitar pukul 04:00 WIB diitangkap di rumahnya di Jalan Tebet Barat Dalam IIE, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. 

Berdasarkan surat penangkapan bernomor SP.Kap/165/X/2020/Dittipidsiber yang diterbitkan Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Siber, diketahui kalau Syahganda yang duduk dalam jajaran anggota Komite Eksekutif KAMI, ditangkap karena menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong yang dapat menimbulkan keonaran dan rasa kebencian berdasarkan SARA melalui akun Twitter-nya, @syahganda. 

Aktivis itu dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau pasal 45A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 

Dari Surat Tanda Penerimaan Barang Bukti bernomor STP/225/X/2020/Dittipidsiber Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Siber untuk kasus ini yang beredar di media sosial, diketahui kalau saat ditangkap, dari Syahganda polisi menyita barang bukti berupa satu unit laptop, satu unit handphone Xiomi hitam, KTP atas nama Syahganda Nainggolan, satu buah flasdisk berkapasitas 64 GB,dua buah flasdisk berkapasitas 16 GB, dan sebuah buku. 

Tak sebutkan dalam surat penangkapan kabar atau pemberitahuan bohong apa yang disebarkan Syahganda melalui akun Twitter-nya. 

Deklarator KAMI yang lain, Ahmad Yani, saat dihubungi wartawan mengatakan bahwa KAMI tengah menyiapkan tim advokasi untuk mendampingi Syahganda dalam menjalani proses hukum. (rhm)