Dampak Virus Corona, Pasar Saham dan Komoditas China Turun Tajam

Bursa saham Shanghai. (Foto: Int)

Shanghai, Dekannews- Pasar saham dan komoditas China turun tajam pada perdagangan sesi pertama, Senin (3/2/2020). 

"Penurunan terjadi karena investor melepas aset berisiko, seiring meningkatnya kekhawatiran akibat penyebaran virus Corona," demikian dilansir Reuters, Senin (3/2/2020). 

Hari ini merupakan hari pertama perdagangan setelah libur panjang Imlek, namun wabah virus Corona membuat animo investor memudar akibat penyebaran virus yang telah menjangkau seluruh wilayah China dan meningkatnya jumlah warga yang terinfeksi dan yang meninggal. 

Sejauh ini pemerintah China belum mampu mengatasi wabah ini meski Kota Wuhan di Provinsi Hubei yang menjadi sumber wabah, juga 17 kota di sekitarnya, telah diisolasi. 

Indeks Shanghai Composite (SSEC) dibuka anjlok 8% dan berada pada level terendah sejak Februari 2019. Jika penurunan berlanjut hingga sesi penutupan perdagangan sore nanti, maka SSEC akan mengalami penurunan terbesar sejak 2015.

Yuan dibuka pada level terlemahnya tahun ini dalam perdagangan di daratan China.   

Komoditas yang diperdagangkan di Shanghai juga jatuh, menyusul menurutnya harga komoditas global.

Minyak mentah Shanghai (ISCCv1), bijih besi Dalian (DCIOCv1) dan tembaga Shanghai (SCFCv1) semuanya turun dengan batas hariannya. 

Televisi China, Senin (3/2/2020) melaporkan kalau korban meninggal akibat virus Corona di negaranya telah bertambah lagi menjadi  350 orang, sementara yang terinfeksi sebanyak 11.177 orang. 

Dari jumlah itu, warga Hubei yang terinfeksi, termasuk di dalamnya warga Wuhan, sebanyak 2.103 orang, sementara yang meninggal 265 orang. (man)