Dalam 1x24 Jam Politisi PSI Diminta Jelaskan Siapa Yang Suruh Dia Menyetujui Anggaran Tanpa Lihat Komponennya

Anthony Winza Prabowo. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agaknya bakal menuai badai akibat kegaduhan-kegaduhan yang dibuatnya.

Setelah kehebohan yang dibuat William Sarana Aditya yang membuat anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta itu dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) Dewan oleh Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto, kini masalah mendatangi anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta yang lain, Anthony Winza Prabowo.

"Kami akan turun ke DPRD kalau dalam waktu 1x24 jam Anthony tidak memberikan penjelasan dengan clear terkait pernyataannya dalam dialog di Kompas TV pada Kamis (7/11/2019) malam," ancam Ketua Umum Gerakan Laskar (GL) Pro 08, Jimmy CK SE, Ak melalui pesan WhatsApp kepada dekannews.com, Jumat (8/11/2019).

Dalam dialog bertajuk "Kawal Transparansi Anggaran DKI" di Kompas TV tersebut, Anthony antara lain mengatakan begini: "Kita dipaksa melihat hanya di level gelondongan istilahnya. Sekarang contohnya saya mau membeli barang, tetapi saya diberi gelondongam seperti itu, tapi saya nggak tahu di dalam karung itu isinya apa, tapi saya disuruh setuju dulu untuk beli. Harganya dikasih harga mahal dulu untuk beli, tapi saya tanya di dalamnya ada apa? Tidak dijawab. Itu nanti, setujui dulu pagunya, alokasi budgetnya.... "

Jimmy CK. 

 

Jimmy mengatakan, pernyataan Anthony bahwa dia disuruh menyetujui pagu anggaran tanpa dapat melihat dahulu komponen-komponen anggarannya, merupakan pernyataan yang dapat mengandung fitnah dan provokasi, karena sepanjang yang ia tahu, tak ada satu pun mata anggaran yang dapat disetujui begitu saja oleh seorang anggota DPRD, karena semua item anggaran, baik saat masih berupa Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Platfom Anggaran Sementara (KUA/PPAS) maupun setelah menjadi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD), dibahas oleh DPRD bersama Pemprov DKI.

Selain hal itu, item-item anggaran diketok palu oleh pimpinan komisi dan Banggar atas persetujuan anggota komisi dan anggota Banggar yang menghadiri rapat pembahasan.

Atas alasan ini, Jimmy tegas meminta kepada Anthony untuk menjelaskan dalam waktu 1x24 jam tentang siapa yang menyuruhnya menyetujui pagu anggaran tanpa melihat dulu komponen-komponennya. Apalagi karena dalam dialog tersebut, Anthony juga mengatakan bahwa setiap pembahasan anggaran selalu seperti itu.

"Anthony harus transparan menjelaskan siapa yang menyuruhnya, jangan hanya menuntut Gubernur Anies Baswedan transparan, tapi dia sendiri tidak transparan," tegas Jimmy.

Aktivis ini menegaskan, jika yang menyuruh Anthony adalah instansi di bawah Pemprov DKI Jakarta, maka ia akan menggeruduk Gubernur Anies Baswedan untuk meminta pertanggungjawaban, namun jika ternyata apa yang dikatakan Anthony hanya "mainan politik", maka ia sepakat dengan pendapat sejumlah kalangan terkait kegaduhan-kegaduhan yang belakangan ini dilakukan oleh para politikus PSI, yakni para politikus itu hanya sedang mencari panggung.

"Kami beri Anthony waktu 1x24 jam untuk menjelaskan siapa yang menyuruhnya menyetujui anggaran tanpa melihat dulu kompinen-komponennya. Jika tenggat waktu itu lewat dia tidak juga memberi penjelasan, kami akan turun ke DPRD," ancam Jimmy lagi. (rhm)