Dahnil: Keterangan Saksi Ahli Kuatkan Dugaan Situng KPU Rentan Diretas

Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Apahabar)

Jakarta,  Dekannews- Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi,  Dahnil Anzar Simanjuntak menilai, keterangan saksi ahli dari KPU,  Marsudi Wahyu Kisworo,  justru menguatkan tudingan pihaknya bahwa Situng KPU bisa diretas.

Ketererangan Marsudi itu disampaikan dalam sidang lanjutan gugatan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 yang diajukan pasangan Prabowo-Sandi,  dan digelar di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK),  Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019). 

"Ahli yang diajukan termohon, justru memperkuat kesaksian sebelumnya yang disampaikan oleh saksi ahli dan saksi fakta kami. Salah satunya, Situng itu memang rentan terhadap pembobolan, rentan terhadap input C1 yang bisa diedit. Jadi, itu yang tidak dibantah," kata Dahnil di media center Prabowo-Sandi, Jalan Kertanegara,  Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019). 

Ketua DPP Pemuda Muhammadiyah ini menambahkan, kerentanan sistem KPU ini menjadikan semua pihak dapat melihat potensi kecurangan yang bisa dilakukan di Situng itu. 

Sebab,  lanjut dia,  dari luar orang dapat meretas sistem web Situng KPU, atau dari dalam dengan melibatkan petugas KPU. Seperti apa yang dianalogikan hakim konstitusi I Dewa Gede Palaguna saat sidang,  yang mengutip pepatah lama bahwa Tembok China begitu kuatnya,  sehingga tidak mungkin diruntuhkan.  Kecuali dengan menyuap penjaga tembok tersebut. 

Atas dasar itu, lanjut Dahnil,  keterangan saksi ahli yang dihadirkan KPU memperlihatkan tuduhan berbagai kecurangan di Pilpres 2019 perlahan terbukti.

"Jadi, menurut saya, kesaksian saksi dari termohon justru memperkuat bahwasannya ada fakta kecurangan yang sistematik, terutama di bagian variabel Situng," tegas Dahnil. 

Seperti diketahui,  falam sidang hari ini Marsudi mengatakan kalau KPU memiliki dua jenis Sistem Informasi Perhitungan (Situng), yakni sistem Situng dan wabsite Situng. 

"Sistem Situng tidak bisa diakses sama sekali dari luar. Untuk akses harus masuk ke dalam kantor KPU. Kalau sudah masuk terminal di sana, kita baru bisa akses sistem di sana," katanya. 

Sedang website Situng,  jelas dia,  dapat diakses bersama oleh masyarakat secara luas dan juga berpotensi diretas oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, tapi hal itu tidak masalah. 

Menurut Marsudi, keamanan di website Situng cukup baik. 

"Nah, kalau sistem di web ini mau diretas, mau dimasukin, wong dibom sekali pun juga enggak apa-apa. Karena apa? Karena 15 menit kemudian akan di-refresh yang baru lagi. Itulah keamanan yang kami desain untuk website Situng," jelasnya. (man)