BPPBJ Telah Lelang Ribuan Paket Belanja Langsung, Sebagian Besar untuk Kepentingan Rakyat Jakarta

Blessmiyanda. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Badan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta hingga Selasa (12/11/2019) telah melelang 2.083 dari 3.296 paket belanja lansung (BL) pada tahun anggaran 2019 ini.

"Total pagu anggaran dari 2.083 paket yang telah selesai dilelang tersebut sebesar Rp11,019 triliun," ujar Kepala BPPBJ DKI Jakarta Blessmiyanda kepada dekannews.com di Kompleks Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).

Ke-2.083 BL yang telah dilelang tersebut merupakan proyek-proyek jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di bawah empat asisten, yakni Asisten Kesejahteraan Rakyat sebanyak 417 paket dengan total pagu anggaran Rp3,432 triliun; Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup sebanyak 772 paket dengan total pagu anggaran Rp4,945 triliun; Asisten Pemerintahan sebanyak 248 paket dengan pagu anggaran Rp904,17 miliar; dan Asisten Perekonomian dan Keuangan sebanyak 646 paket dengan pagu anggaran mencapai Rp1,737 triliun.

"Sebagian besar paket yang telah selesai dilelang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, seperti rehab total 10 Rusun, di antaranya Rusun Pulogadung, Rusun Cipinang Besar Utara, dan Rusun Cakung; revitalisasi trotoar; pembangunan flyover; rehab total sekolah; dan lelang konsultan ITF (Intermediate Treatment Facility)," imbuh Bless.

Sekretaris BPPBJ DKI Jakarta, Agus Darmanto,  menambahkan, dari 3.296 paket BL yang masuk ke BPPBJ tahun ini, ada 714 paket yang hingga hari ini belum diajukan oleh SKPD terkait, sehingga tak dapat dilelang. Pagu anggarannya mencapai Rp790,48 miliar.

Agus Darmanto. 

Selain itu, 114 paket gagal dilelang karena beberapa alasan, di antaranya karena peserta lelang tidak ada yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Total pagu anggarannya mencapai Rp216,01 miliar. Di antaranya anggaran pemotongan reklame sebesar Rp10 miliar dengan pelaksana Satpol PP.

Saat ini BPPBJ masih melakukan proses lelang untuk 39 paket dengan total pagu anggaran Rp2,58 triliun, sedang mereview 118 paket dengan pagu anggaran Rp266,33 miliar, dan membatalkan 210 paket dengan pagu anggaran Rp663,05 miliar.

"Paket yang batal dilelang itu kita kembalikan kepada SKPD, karena setelah dievaluasi, nilai per paket-nya Rp200 juta ke bawah, sehingga dapat dilakukan dengan sistem penunjukkan penyedia secara langsung dan dengan swakelola," jelas Agus.

Ia menyebut, total BL tahun ini mencapai Rp41,1 triliun, namun yang melalui mekanisme tender hanya Rp15,669 triliun (38,12%), sementara yang melalui mekanisme non tender, baik melalui penyedia maupun swakelola, mencapai Rp25,43 triliun (61,88%).  (rhm)