BPN Prabowo-Sandi Laporkan 1.200 Kecurangan Pilpres ke Bawaslu

Hashim Djojohadikusomo (tengah). (Foto: Int)

Jakarta, Dekanneww- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sabtu (20/4/2019), melaporkan sekitar 1.200 kecurangan Pilpres 2019 ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Direktur Media Informasi BPN Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusomo mengatakan, tiga hari setelah pemungutan suara, Rabu (17/4/2019), tim pemenangan Prabowo-Sandiaga menemukan sedikitnya 1.200 dugaan kecurangan.

“Ini yang kami laporkan kepada Bawaslu,” katanya di Media Center Prabowo-Sandi,Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan.

Menurut dia, laporan ke Bawaslu itu telah pula dilaporkan ke KPU dan pihak-pihak lain yang menangani indikasi kecurangan Pemilu.

Hashim mengakui, ribuan indikasi kecurangan itu merugikan Prabowo-Sandiaga. BPN menginventarisir, semua kecurangan itu dilakukan secara masif dari tingkat paling bawah. Contohnya saat pencoblosan di TPS, BPN menemukan adanya aktivitas pengamanan kotak suara yang digotong ke tempat yang tidak representatif.

Dugaan kecurangan tersebut, kata dia, berlanjut sampai saat penghitungan suara. Contohnya dugaan kecurangan di Bangkalan, Madura, dimana ada satu TPS yang memenangkan Jokowi-Maruf hingga 80%.

Seperti diketahui, sejak usai pemungutan suara hingga hari ini video tentang kecurangan terus bermunculan di media sosial, karena diunggah oleh relawan Prabowo-Sandi yang menemukan kecurangan itu.

Gilanya, saat hasil pemungutan suara diinput KPU ke situs sistem.pwrhitungan (Situng)-nya, terjadi kesalahan yang merugikan Prabowo-Sandi, namun menguntungkan Jokowi-Ma'ruf Amin, sehingga Jubir BPN Prabowo Sandi, Ferdinand Hutahean, menilai, Pemilu 2019 merupakan yang terburuk dalam sejarah NKRI. (man)