Bikin Kaget Publik, Iklan Perusahaan Properti Dicurigai Terkait Pemindahan Ibukota

Cuitan @TofaGarisLurus di Twitter. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Di tengah polemik pemindahan ibukota ke sebuah lokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegera, Kalimantan Timur (Kaltim), publik mendadak dikejutkan oleh iklan properti di sebuah media nasional.

Iklan itu menjual hunian dan tempat usaha di sebuah resort mewah di pesisir Balikpapan, Kaltim, yang dibangun PT Agung Podomoro Land. Namanya Borneo Bay City.

"Investasi terbaik di IBUKOTA NEGARA baru di Kalimantan Timur. Harga mulai Rp 700 jutaan," bunyi iklan tersebut.

Berdasarkan situs borneobaycity.com diketahui kalau Borneo Bay City Balikpapan merupakan mahakarya Agung Podomoro Land di pinggiran pantai di kota Balikpapan dengan konsep perpaduan "living in green and blue with harmony"

"Sebuah konsep yang hadir memberikan kenyamanan, kemudahan, dan sekaligus pelayanan yang terbaik untuk Anda dan seluruh keluarga Anda," demikian dikutip dari situs tersebut.

Kemunculan iklan itu langsung menuai respon publik.

"Saya mulai curiga dengan ini... Anda?" kicau aktivis PP Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya melalui akun Twitter-nya, @TofaGarisLurus, Selasa (27/8/2019).

Hingga Selasa siang cuitan itu sudah diretweet 203 warganet dan di-like 352 netizen. Cuitan itu juga banjir komentar.

"Oh, ternyata! Ada mega proyek taipan di balik keinginan pemerintah memindahkan ibukota ke Kalimantan? Ngeri...  Lagi-lagi pemerintah ini selalu kalah dan "melayani" taipan?" kata @OomNanang.

"Pengembangnya sama dengan yang gagal reklamasi kemaren," komentar @BambangPeha.

"Karena reklamasi gagal makanya ngotot pindah ibukota apa pun caranya," kata @JangRantau.

Meski demikian ada juga warganet yang tak peduli dengan spekulasi itu.

"Menghadang bencana...Daah biyarin," kata @Gueevera1.

Seperti diketahui, pada Senin (26/8/2019) Presiden Jokowi resmi memilih lokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegera, Kaltim, sebagai ibukota baru Indonesia. 

Jokowi mengaku, kajian soal pemindahan ibukota baru sudah dilakukan secara mendalam sejak tiga tahun lalu, dan ada sejumlah pertimbangan di balik terpilihnya Kaltim sebagai lokasi ibukota baru. 

"Alasan pertama, minimnya risiko bencana di Kaltim, termasuk gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, hingga tanah longsor. Alasan kedua, lokasi strategis berada di tengah-tengah Indonesia. Alasan ketiga, berdekatan dengan wilayah perkotaan yang berkembang, yakni Balikpapan dan Samarinda," jelasnya. 

Mantan Walikota Solo itu juga menyatakan, kawasan di antara Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara dipilih karena sudah memiliki infrastruktur lengkap dan tersedia 180 hektare lahan yang sudah dimiliki pemerintah.

Hingga berita diturunkan, pihak PT Agung Podomoro Land belum dapat dikonfirmasi, namun seperti diketahui, perusahaan ini merupakan pengembang Pulau F dan I di Teluk Jakarta,  dan melalui PT Kencana Unggul Sukses, pemilik anak perusahaan PT Muara Wisesa Samudra (MWS), membangun Pulau G di teluk yang sama.

Pulau F dan I telah dicabut izinnya oleh Gubernur Anies Baswedan karena belum dibangun, sementara Pulau G yang telah dibangun, pembangunannya dihentikan dan pengelolaannya oleh Anies diserahkan kepada PT Jakarta Propertindo, BUMD milik Pemprov DKI.

Menurut data, jarak Balikpapan tempat Borneo Bay City dibangun dengan Kutai Kartanegara sangat jauh,  sekitar 129 kilometer. Sedang jarak Balikpapan ke Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar 66,3 kilometer. Jarak ini dapat ditempuh dalam waktu 2 jam 21 menit melalui jalan darat. (rhm)