Bentuk Posko, Cara Komunis Lawan KAMI

Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Selasa (18/8/2020). [Ist]

Jakarta, Dekannews - Kemunculan Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) membuat kubu penguasa, Istana, tidak senang. Saat deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Selasa (18/8/2020) pun sudah direcoki dengan demo tandingan di tempat dan waktu yang sama.

Terbaru, pihak penguasa lewat para 'pemujanya' membuat Pos Komando (Posko) untuk melawan KAMI. "Pembentukan posko perlawanan terhadap gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Jabodetabek dan Banten merupakan cara komunis dalam menghadapi gerakan yang dipelopori Din Syamsuddin itu. KAMI dilawan dengan rencana pembentukan posko. Itu cara komunis! Tesa dilawan antitesa,” ungkap Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah sebagian dilansir suaranasional di kawasan Menteng, Kamis (20/8/2020). 

Menurut Amir Hamzah, cara melawan KAMI dengan menggunakan propaganda dan agitasi serta pembuatan posko merupakan cara - cara seperti yang dilakukan komunis. “Propaganda dan agitasi dengan menyebut KAMI merupakan oligarki Orde Baru. Justru pertanyaannya, orang-orang yang di sekeliling Pak Jokowi itu merupakan bagian bahkan inner cyrcle Orde Baru seperti Pak Wiranto dan Pak Hendropriyono,” papar Amir Hamzah.

Amir menyayangkan anak-anak muda yang terperdaya menggunakan cara komunis dalam menghadapi KAMI. “Anak-anak muda yang dicekoki ideologi komunis tidak tahu sejarah,” jelas Amir Hamzah. 

Amir Hamzah mengindikasikan di sekiling Jokowi terkena doktrin komunis karena ada pejabat tinggi dan orang kepercayaan presiden yang menyebut sistem komunis Cina mempersatukan rakyat. “Faktanya di Cina sistem komunis yang diterapkan tidak bisa mempersatukan, muncul kasus Uighur,” pungkasnya. (Kir)