Bejat Dan Hinanya BuzzeRp, Makan Dari Kotoran Kekuasaan

Smartphone merupakan salah satu alat yang digunakan para buzzer. (Foto: tech crunch)

MODUS operandi para buzzeRp adalah mengagungkan-agungkan pihak yang membayar mereka, seolah pihak tersebut bagaikan nabi, dan menghancurkan lawan-lawan politik dengan framing, propaganda intoleran, tuduhan anti NKRI, sampai tuduhan rasis.

Oleh : Arief Gunawan
Wartawan Senior.

Kalau kebudayaan lebih banyak direfleksikan dalam seni, sastra, religi, dan moral, maka peradaban terefleksikan dalam politik, ekonomi, dan tekhnologi.

BuzzeRp karena sampah demokrasi juga sampah peradaban.

BuzzeRp kini dijadikan sokoguru oleh elit kekuasaan.

Dengan armada buzzeRp seorang tokoh yang menyuarakan kebenaran bisa dibully habis-habisan, difitnah, diserang dengan kata-kata keji dan kotor.

Pribadinya dihancurkan. Tanpa ada argumentasi yang logis.

Modus operandi para buzzeRp adalah mengagungkan-agungkan pihak yang membayar mereka, seolah pihak tersebut bagaikan nabi, dan menghancurkan lawan-lawan politik dengan framing, propaganda intoleran, tuduhan anti NKRI, sampai tuduhan rasis.

Salah satu ciri mencolok para buzzeRp adalah tidak punya kemampuan untuk membahas persoalan secara rasional.

Keberadaan buzzeRp sangat membahayakan.

1. Mereka membangun opini sesat menciptakan bandit jadi “nabi”. Pecundang jadi pemimpin.
Garong jadi manusia budiman.

2. Opini sesat yang diciptakan para buzzeRp dijadikan sumber berita/bahan berita oleh media massa-media massa partisan yang secara sadar mengabaikan obyektivitas dan mengenyampingkan profesionalitas jurnalistik.

3. Rekrutmen kepemimpinan nasional bermodalkan penggunaan buzzeRp akan menyeret bangsa ini kepada kehancuran NKRI. *****

(sumber: TwitLonger