Bawaslu Tolak Laporan BPN Prabowo-Sandi Tentang Dugaan Kecurangan Pemilu

Rapat pleno Bawaslu menolak laporan BPN Prabowo-Sandi soal dugaan kecurangan Pemilu 2019 yang terstruktur, sistematis dan masif. (Foto: Okz)

Jakarta, Dekannews- Rapat pleno Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menolak gugatan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi atas dugaan adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) pada Pemilu 2019 yang dilaporkan pada 15 Mei 2019.

"Menetapkan, menyatakan laporan dugaan pelanggaran administratif pemilu terstruktur, sistematis dan masif, tidak dapat diterima," kata Ketua Bawaslu, Abhan Misbah di kantornya, Jakarta, Senin (20/5/2019).

Dalam keputusan tersebut, Bawaslu menganggap bukti laporan BPN  terkait dugaan kecurangan tidaklah kuat untuk ditindaklanjuti, karena hanya copy berita media.

"Bahwa bukti print out berita online tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus didukung dengan alat bukti lain berupa dokumen, surat, maupun video yang menunjukkan adanya perbuatan masif yang dilakukan," kata Komisioner Bawaslu Ratna Dewi Petallolo.

Ratna menambahkan, bukti-bukti dugaan kecurangan tak bisa dalam jumlah sedikit oleh terlapor. 

"Paling sedikit di 50% dari jumlah daerah provinsi di lndonesia," kata dia.

Atas dasar itu, Bawaslu mengambil kesimpulan menolak laporan BPN Prabowo-Sandi terkait dugaan kecurangan Pemilu 2019, dengan alasan bukti yang dispaikan terlapor belum memenuhi kriteria bukti sebagaimana diatur dalam Peraturan Bawaslu Nomor 08 Tahun 2018 tentang Penyelesaian Pelanggaran Administratif Pemilu. (sumber: Viva)