Batal Dilelang Ulang, Anggaran Pemotongan Reklame Rp 11 Miliar Tak Terserap Satpol PP

Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin. (Dok: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Satpol PP DKI Jakarta batal melelang ulang anggaran Belanja Jasa Pemotongan Reklame sebesar Rp11.002.726.144, sehingga praktis anggaran untuk memotong 172 titik reklame pelanggar Perda Nomor 9 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Reklame, tak terserap.

"Mempertimbangkan estimasi waktu proses lelang hingga sisa waktu yg tersedia dalam pelaksanaan pekerjaanya, maka kita lakukan efisiensi anggaran," kata Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin, melalui pesan WhatsApp kepada dekannews.com, Jumat (18/10/2019).

Ketika ditanya apakah itu berarti 172 titik reklame yang akan ditebang dengan anggaran tersebut tidak dapat dibongkar? Arifin menjawab penertiban jalan terus dengan dukungan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) pemilik alat berat.

"Termasuk pemilik konstruksi yang sudah mulai bongkar-bongkar sendiri," imbuhnya.

Seperti diketahui, anggaran yang masuk APBD 2019 itu diadakan untuk menunjang penertiban reklame yang digulirkan Gubernur Anies Baswedan pada Oktober 2018 silam dan masuk dalam strategis kerja daerah (SKD).

Sebelum dibatalkan, anggaran ini sempat dua kali gagal dilelang oleh Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa (BPPBJ) karena perusahaan-perusahaan peserta lelang tak ada yang memenuhi kualifikasi sebagai perusahaan yang mempunyai pengalaman memotong reklame minimal selama dua tahun.

Satpol PP sempat berkonsultasi dengan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) untuk membuka kemungkinan menggunakan anggaran dengan mekanisme penunjukan langsung, namun lembaga itu merekomendasikan agar Satpol melakukan lelang ulang.

Rekomendasi ini sempat akan dilaksanakan dengan cara mengurangi angggaran yang dilelang sebesar Rp2-3 miliar, namun hingga hari ini Satpol belum mengirimkan KAK (Kerangka Acuan Kerja) dan RAB (Rencana Anggaran Biaya), sehingga BPPBJ tak dapat melelang ulang anggaran tersebut.

Ketika dekannews.com menghubungi kepala BPPBJ Blessmiyanda melalui pesan WhatsApp pada 2 Oktober 2019 lalu, ia memberi isyarat kalau mengingat APBD tutup buku pada Desember, kemungkinan anggaran terserap agak sulit.

"Nah, itu," kata Bless saat Dekannews mempertanyakan soal penyerapan anggaran itu mengingat saat ini sudah bulan Oktober.

Meski demikian Bless mengatakan, karena sebelumnya anggaran ini pernah dilelang, maka proses ulang lelangnya takkan makan waktu lama.

"Tender cepat paling satu minggu," katanya. (rhm)