Banjir Peminat, Seleksi Anggota FKDM se-DKI Ketat

Seleksi calon anggota Forum Komunikasi Kewaspadaan Dini (FKDM) tingkat Kelurahan dan Kecamatan se-DKI Jakarta dibanjiri peminat. Bahkan di beberapa wilayah jumlahnya melebihi dua kali lipat dari yang dibutuhkan. Hal ini membuat persaingan menjadi anggota FKDM se-DKI makin ketat.

Jakarta, Dekannews - Seleksi calon anggota Forum Komunikasi Kewaspadaan Dini (FKDM)  tingkat Kelurahan dan Kecamatan se-DKI Jakarta dibanjiri peminat. Bahkan di beberapa wilayah jumlahnya melebihi dua kali lipat dari yang dibutuhkan. Hal ini membuat persaingan menjadi anggota FKDM se-DKI makin ketat.

Menurut anggota FKDM Provinsi DKI Jakarta Achmafd Fahruddin, sesuai dengan ketentuan, di tingkat kelurahan, anggota FKDM beranggotakan 7 orang dan 9 orang di tingkat kecamatan. "Jika Kelurahan se - DKI sebanyak 267 berarti  membutuhkan 267 x 7 =1.869 orang dan 44 kecamatan  berarti membutuhkan 44 x 9 = 396 orang," ungkap mantan Komisioner Bawaslu DKI ini.

Masih menurut Achmad Fachrudin, banyaknya animo masyarakat yang ingin menjadi anggota FKDM menunjukkan eksistensi FKDM menjadikan organisasi kemasyarakatan plat merah ini makin  dilirik oleh berbagai kalangan. Selan itu,  peran serta fungsi FKDM dirasakan  makin  dibutuhkan dan diperhitungkan.

"Mengutip arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, tantangan FKDM DKI ke depan makin kompleks, terlebih saat ini seluruh dunia, termasuk Jakarta tengah dilanda Pandemi Covid-19. Di luar itu, problem sosial, ekonomi, politik, budaya  dan sebagainya di Jakarta makin kompleks," ulas penulis buku Eggi Sudjana, Jihad Sang Demonstras, Jihad Sang Gubernur, Gus Dur: Dari Pesantren Ke Istana Negara, Reformasi PPP Suatu Keharusan, Chudlari Syafi'i Hadzami, Putra Betawi Dalam Pentas Politik Jakarta dan masih banyak lagi.

Hal ini menurut Achmad Fachrudin yang biasa disapa Abah, menuntut tersedianya anggota FKDM yang memiliki wawasan,  profesionalitas, integritas dan kompetensi memadai dalam melakukan kewaspadaan dan pencegahan  dini dari segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG).

Khusus terkait dengan proses seleksi anggota FKDM tingkat Kelurahan dan Kecamatan yang sekarang ini memasuki tahap pemeriksaan berkas calon. Mantan Ketua KPU Jakarta Selatan tersebut berharap, calon mengenal wilayah dan dikenal oleh berbagai elemen dan komponen masyarakat setempat. sehingga  diharapkan dapat mempermudah dalam  melaksanakan tugasnya sebagai anggota FKDM. (kir)