Bamus Betawi Muhibah Budaya Ke Aceh Darussalam

Muhibah Budaya - Badan Musyawarah (Bamus) Betawi melakukan muhibah budaya ke Aceh Darussalam, belum lama ini. Tujuan muhibah ini untuk melakukan komparasi dan study banding untuk penataan format hukum adat masyarakat Betawi. Rombongan dipimpin langsung Ketua Umum Bamus Betawi H Abraham Lulung Lunggana. Dalam kesempatan tersebut, H Lulung menyerahkan cinderamata berupa Al Qur'an Mushaf Betawi. [foto:]

Jakarta, Dekannews - Badan Musyawarah Organisasi Masyarakat Betawi atau biasa disebut Bamus Betawi sebagai induk organisasi dari berbagai eksistensi ormas Betawi bersama Majelis Adat Betawi yang merupakan struktur organ tertinggi masyarakat Betawi,  belum lama ini, melakukan Muhibah budaya ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Ketua Umum Bamus Betawi H Lulung Abraham Lunggana SH MH bersama Ketua Majelis Adat Betawi HM Nuri Thahir memimpin rombongan sekitar 20 Tokoh Masyarakat Betawi lintas profesi.

Muhibah atau kunjungan kerja keorganisasian  bersifat kebudayaan ini adalah program kerja dari Majelis Adat Betawi sebagai struktur tertinggi dalam Bamus Betawi.  ke depan. Tergerusnya nilai-nilai adat dan tradisi dalam kebudayaan Betawi cukup mengkhawatirkan karena itu perlu dibuat penataan hukum adat guna melestarikan kaidah norma yang berlaku dalam kebudayaan Betawi.

Kegiatan ini menjadi salah satu aplikasi dari Perda No. 4 tahun 2015 tentang Pelestarian Budaya Betawi. Terutama guna mendapatkan masukan dari komparasi budaya masyarakat Indonesia lainnya, dalam hal ini adat-istiadat Aceh.

 "Budaya Betawi dan Aceh banyak memiliki kesamaan, karena berangkat dari nilai-nilai religiusitas yang sama, yakni agama Islam. Karenanya kami perlu mengenal dan mempelajari budaya Aceh sebagai komparasi guna melestarikan dan mengembangkan budaya Betawi,"_ kata HM Nuri Thahir, Ketua Majelis Adat Betawi.

Sebagaimana rilis yang diterima redaksi, muhibah budaya ini berlangsung sejak 17 hingga 22 September 2019 berisi agenda  pertemuan  silahturahmi dan diskusi antara Bamus Betawi dengan Majelis Adat Aceh (MAA), Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. 

Dalam kesempatan itu pula Bamus Betawi dan Majelis Adat Betawi memberikan cinderamata berupa sebingkai besar Muhsaf Al-Quran ukuran 1,5x1 m kepada MAA yang diterima Ketua PLT MAA Drs H Saidan Nafi SH MHum dan sebingkai lagi Mushsaf dengan ukuran yang sama kepada Tgk H Faisal Ali, Wakil Ketua MPU Aceh. Mushaf Betawi ini adalah karya dari H Sidup Damiri, seniman Betawi yang menuangkan ornamen indah dalam Mushaf Qur'an  ini. 

Cinderamata  ini sekaligus wujud simbolis hubungan erat antara masyarakat Betawi dan Aceh. Hasil dari muhibah itu adalah keputusan bersama guna meningkatkan hubungan erat kebudayaan kedua suku-bangsa Nusantara ini dimasa mendatang.

Rombongan Bamus Betawi dan Majelis Adat Betawi ini dipimpin langsung H. Lulung AL (Ketum Bamus Betawi) dan HM Nuri Thahir (Ketua Majelis Adat Betawi) ini  terdiri dari tokoh-tokoh Masyarakat Betawi yang merupakan pimpinan teras Bamus Betawi dan anggota Majelis Adat Betawi seperti H Bambang S Syukur (Sekretaris Majelis Adat Betawi), Syarief Hidayatullah (Sekjen Bamus Betawi), H Daud Poliradja (Waketum Bamus Betawi), Brigjen (Purn) H Abdul Syukur,  Effendi Yusuf, H Murdhani, KH Mahfudz Asirun (Ulama Betawi), Dr H Margani Mustar (Tokoh Pendidik Betawi), Amirudin Rally, N Samsudin CH. Haesy (budayawan Betawi), H Sidup Damiri (pembuat Mushaf Betawi), Erwin H Al Jakartaty (Tokoh Pemuda Betawi) dan panitia pelaksana kegiatan tersebut seperti  Lukman Rais, Hj Aida Maqbulah dan Masyim Yahya.

Kedepannya hasil dari muhibah ini akan segera di tindak lanjuti. (ril/kir)