Aston Kuther Jadi Saksi Kasus Pembunuhan Berantai

Ashton Kutcher dan jaksa penuntut di Pengadilan Los Angeles. (Foto: .eonline)

Los Angeles, Dekannews- Aktor Ashton Kutcher, Rabu (29/5/2019) waktu Amerika Serikat, dihadirkan Pengadilan Los Angeles sebagai saksi kasus pembunuhan berantai dengan terdakwa Michael Gargiulo.

Kutcher menjadi saksi karena salah satu dari dua wanita yang dibunuh Gargiulo pada 21 Februari 2001, yakni Ashley Ellerin (22), adalah wanita yang dikencaninya pada malam pembunuhan itu. 

"Kutcher yang sekarang berusia 41 tahun, berencana makan malam dan minum-minum dengan Ellerin pada malam 21 Februari 2001. Keduanya bertemu pada Desember tahun sebelumnya (2010)," demikian dilansir People, Kamis (30/5/2019). 

Jaksa penuntut mengatakan, pada malam kejadian, Gargiulo menyelinap ke rumah wanita itu dan menikamnya 47 kali saat sedang bersiap-siap untuk pergi dengan Kutcher.

Saat bersaksi, Kutcher mengatakan kalau malam itu merupakan kencam pertamanya dengan Ellerin. Saat itu mereka masih lajang.

Kutcher mengakui, saat itu ia dan Ellerin memang berencana makan malam dan minum. Rencana itu disepakati sehari sebelumnya, saat mengobrol di telepon.

"Pada malam kami akan kencan, saya menelepon dia beberapa kali, tapi tidak mengangkat. Ketika saya datang ke rumahnya antara pukul 22:30 dan 22:45 dan mengetuk pintu, tidak ada yang menjawab dan pintu itu juga dikunci," kata bintang dalam film Two and a Half Men dan The Butterfly Effect itu.

Kuther mengaku, karena lampu di dalam rumah Ellerin menyala, dia berasumsi kalau gadis itu pergi dengan temannya karena marah.

Sebab, kata dia, sebelum ke rumah Ellerin, dia terlebih dulu nonton Grammy Awards di rumah aktris Kristy Swanson, sehingga terlambat menjemput gadis itu.

"Saya berasumsi, dia telah pergi dengan temannya malam itu karena marah saya terlambat menjemputnya," kata Kuther.

Ia baru tahu kalau Ellerin dibunuh pada keesokan harinya, dan menghubungi polisi.

Kutcher mengakui kalau saat itu ia panik dan ketakutan karena sidik jarinya ada dihandel pintu depan Ellerin, karena ia sempat mencoba membuka pintu itu pada malam menjemputnya.

"Sidik jari saya ada di pintu itu, dan saya panik," katanya.

Kutcher bersaksi selama sekitar 40 menit. Ia mengenakan jas biru dengan kemeja biru muda, plus dasi. Ayah Ellerin hadir dalam sidang ini.

Suami aktris Mila Kunis ini merupakan salah satu dari 100 lebih saksi yang telah dan yang dijadwalkan jaksa penuntut untuk bersaksi dalam kasus ini.

Gargiulo yang berusia 43 tahun digambarkan jaksa penuntut sebagai pembunuh seksual berantai yang menjalankan aksinya dengan menguntit dan kemudian dengan kejam menikam korbannya. Para korban adalah wanita muda yang tinggal di dekat rumahnya. (man)