Astaga! Sang 'The Punisher' Ternyata Pernah Jadi Gay

Rodrigo Duterte. (Foto: Mirror)

Manila, Dekannews- Mengagetkan! Rodrigo Duterte, presiden Filipina yang dijuluki publik sebagai 'The Punisher' ternyata pernah menjadi gay.

Hal itu diakuinya sendiri saat mengunjungi komunitas Filipina di Tokyo, Jepang, Kamis (30/5/2019) waktu setempat.

Seperti dikutip dari CNN, Senin (3/6/2019), pengakuan itu berawal ketika Duterte menuding oposisinya, Senator Antonio Trillanes IV, sebagai seorang homoseksual. 

"Namun kemudian Duterte mengakui bahwa ia sendiri pernah merasakan hal serupa. Ia bahkan masih merasa demikian saat menikah dengan Elizabeth Zimmerman," kata CNN.

Seperti diketahui, pernikahan itu dibatalkan pada 2000, dan Duterte kemudian menikahi seorang perempuan bernama Honeylet Avancena.

Duterte mengaku, perempuan inilah yang akhirnya membuat dirinya merasa 'tersembuhkan'.

"Saya jadi pria lagi! Jadi, seorang perempuan cantik menyembuhkan saya. Saya membenci pria tampan setelahnya. Saya sekarang lebih memilih perempuan cantik," katanya.

Nama Rodrigo Duterte mulai mencuri perhatian publik ketika maju sebagai Capres Filipina pada Pemilu 2016. Meski tidak diunggulkan, Duterte berhasil keluar sebagai pemenang dengan meraih 14,8 juta suara, mengalahkan saingan terberatnya, Manuel Roxas.

Gaya bicaranya yang nyeleneh dan ceplas-ceplos membuat popularitas Duterte kian meroket dan bahkan dijuluki “Donald Trump Asia”. 

Julukan 'The Punisher' didapat ketika Duterte masih menjadi Walikota Davao dalam tujuh periode (lebih dari 22 tahun). Selama berada pada jabatan itu, ia sangat tegas dalam mengatasi tindak kriminal, sehingga para penjahat di kota itu menjadi takut, dan angka kriminalitas turun signifikan.

Sayang, cara yang dipilih Duterte tergolong kejam, karena kebijakannya membuat banyak penjahat yang tewas dengan cara misterius.

Beberapa aktivis mengaku bahwa mereka memiliki dokumentasi ratusan pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok penjagal saat Duterte masih menjabat walikota. Dia diduga yang menginstruksikan pembunuhan tersebut.

Bila merunut ke belakang, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan Duterte juga selalu terkesan anti-gay. Bahkan dalam salah satu pidatonya pada 2016, ia menuduh Duta Besar AS untuk negaranya adalah seorang gay. 

Pada 2017, Duterte mengatakan kepada warga Filipina di Myanmar bahwa dirinya sangat anti terhadap pernikahan sesama jenis dan tidak akan menerima pernikahan semacam itu di negaranya. (man)