Astaga! Doradong Tuding Perolehan Suara Hasil Pilpres Dibalik Duo Kumis

Kicauan Doradong. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Admin akun @do_ra_dong mengaku tak aneh dengan hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019 yang diumumkan KPU pada Selasa (21/5/2019) pukul 01:46 WIB.

Pasalnya, pada April 2019 dia telah mencuitkan persentase suara yang diraih pasangan 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dan pasangan 02 Prabowo-Sandi, dan ternyata angkanya nyaris sama dengan yang diumumkan KPU semalam, yakni 55,50% dan 44,50%.

"Bagi kami tidak aneh, inilah hasil rekapitulasi bolak balik ala duo kumis. 15 April kami sudah kicaukan, 01 mendapat 44,4%, 02 mendapatkan 55,5%. KECUALI hasil ini akan dibolak balik duo kumis. Dan tadi malam.KPU umumkan: 01 mendapatkan 55,5%, 02 mendapatkan 44,5%," kata @do_ra_dong, Selasa (21/5/2019).

Dari salah satu capture yang diposting akun ini, salah satunya merupakan cuitannya pada 15 April 2019. 

Inilah cuitan itu: "Sementara untuk Pilpres 2019, lingkaran survey Kalibata mengeluarkan data sebagai berikut: 01. Jokowi-Ma'ruf Amin mendapat 44,4%, 02. Prabowo-Sandiaga mendapat 55,5%. Hasil LSK adalah hasil per 15 April 2019 (terkini)".

Pada 26 April, @do_ra_dong kembali mengicaukan angka yang sama.

"Serta kucauan terkait prediksi hasil pilpres versi Lingkaran Survei Kalibata. 01 dengan 44,4% serta 02 dengan 55,5%. Dengan tambahan catatan KECUALI DATA AKHIR INI AKAN DITUKAR OLEH DUO KUMIS PADA HARI H," katanya.

Tak dijelaskan siapa Duo Kumis yang dimaksud, namun hingga pukul 11:34 WIB, cuitan Doradong hari ini telah 2.219 kali diretweet, 2.805 di-like, dan 224 kali dikomentari.

Seperti diberitakan sebelumnya, selesai melakukan rekapitulasi suara dari 34 provinsi, pada Selasa (21/5/2019) pukul 01:46 WIB KPU langsung mengumumkan bahwa pasangan 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin meraih 85.607.362 suara atau 55,50%, sementara pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebanyak 68.650.239 suara atau 44,50%

Dengan demikian, 01 unggul 16.957.123 suara dari 02. Suara sah nasional sebanyak154.257.601.

Hasil relapitulasi itu ditolak saksi dari 02, Azis Subekti, sehingga penetapan hasil rekapitulasi itu tidak ditandatangani.

"Saya Aziz Subekti dan di sebelah saya Pak Didi Haryanto sebagai saksi BPN 02 menyatakan menolak hasil pilpres yang telah diumumkan," katanya.

Menurut dia, penolakan ini merupakan suatu "kebanggaan" dan menjadi simbol bagi kubunya untuk tidak menyerah. 

"Ini sebagai monumen moral bahwa kami tidak pernah menyerah untuk melawan ketidakadilan, untuk melawan kecurangan, untuk melawan kesewenang-wenangan, untuk melawan kebohongan, dan untuk melawan tindakan apa saja yang akan mencederai demokrasi," tegasnya. 

Dalam rapat tersebut, saksi dari partai-partai koalisi Prabowo-Sandiaga seperti PKS, Berkarya, Gerindra dan PAN, juga menolak hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019.  

Meskipun demikian, KPU tetap menetapkan hasil rekapitulasi itu. (rhm)