Astaga! Begitu Jugakah Cara Polisi "Menciduk" Peserta Aksi Unjuk Rasa Tolak UU Ciptaker?

Pria berbaju merah yang keluar dari mobil hitam menyeret demonstran yang ditangkapnya, dan dibawa ke mobil. (rhm)

Jakarta, Dekannews- Sebuah video berdurasi 12 detik yang diunggah pemilik akun @DeathTrinity666 menyentak pemahaman publik tentang cara-cara yang digunakan polisi untuk menciduk massa peserta aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja (Ciptaker), Kamis (8/10/2020). 

Selain menangkap langsung para demonstran di lokasi aksi, dari apa yang tergambar dalam video yang diunggah pada Jumat (9/10/2020) pukul 22:44 WIB itu, publik kini paham modus lain cara polisi menangkap polisi, dan mereka menganggap modus itu sebagai penculikan. 

Tak heran kalau pada Jumat (9/10/2020), Twitter juga berisik oleh netizen yang mengabarkan tentang orang yang hilang karena mengikuti aksi itu. 

"Perhatikan mobil yang berwarna hitam... 💀💀☕," kata @DeathTrinity666 untuk memberikan narasi bagi video yang diunggahnya. 

Pada video itu, @DeathTrinity666 memberikan tanda panah hitam kepada sebuah mobil yang bergerak datang dari arah belakangan kerumunan demonstran yang tengah berhadapan dengan sejumlah polisi. 

Ketika mobil berhenti, entah karena apa tiba-tiba peserta aksi berbalik dan berlarian melarikan diri. Polisi berhamburan mengejar. 

Seorang pria berbaju merah yang keluar dari mobil hitam itu nampak menangkap salah seorang demonstran dan kemudian menyeretnya ke mobil. 

Polisi-polisi yang berada di situ tak ada yang mencegah ataupun menghalangi, seolah sudah paham pada apa yang dilakukan pria berbaju merah itu. 

Sejak video itu diposting pada Jumat (9/10/2020) pukul 22:44 WIB, hingga Sabtu (10/10/2020) pukul 07:40 WIB video itu telah diretweet 1.864 kali, dikomentari 237 warganet, dan disukai 2.284 netizen. 

Ratusan warganet yang mengomentari adegan dalam video itu hampir semuanya mengutuk cara polisi dalam menangkap demonstran tersebut. 

"Penculikan di depan aparat, keparat pun ikut membantu, demo lagi tertib juga disalahin. Gimana sih maunya?" omel @reformas1mental. 

"APAPUN ALASANNYA ITU PENCULIKAN... PERTANYAANNYA SIAPA NAMA BEBEK YANG DIKUNJUNGI J0K0W1 KEMARIN?" tanya @Cr3amyLatte. 

"Ngapain aparat nangkapin yang tidak melakukan pengrusakan?" tanya @djaya_amanjaya. 

"Penculikan di depan polisi, namun penculiknya tidak ditindak tegas oleh pihak polisi yang sedang bertugas hmmm .. Padahal pada video tersebut para demonstran tidak melakukan tindak pengrusakan fasilitas hmmm...," kata @katabangans. 

@DeathTrinity666 tidak menjelaskan kejadian yang terekam dalam video yang diunggahnya itu berlokasi dimana, namun seperti diketahui, pasca aksi massa buruh, mahasiswa dan pelajar menolak UU Ciptaker, polisi menangkap lebih dari 1.000 orang di seluruh Indonesia, sementara sepanjang Jumat (9/10/2020) Twitter diramaikan oleh laporan adanya peserta aksi yang hilang. Ini beberapa di antaranya:

"Anak muda disebelah kiri namanya ALI MUHAMMAD IRFANI MORTEZA (Eza) putra dari ibu Patriyuni Adam (FKDM Jakarta Pusat) diperkirakan hilang sejak jam. 11-12 tadi malam di Harmoni sampai sekarang belum pulang," kata @Princes288 seraya menyertakan foto seorang remaja yang berpose dengan seorang perempuan berhijab. 

Harmoni merupakan salah satu titik bentrok polisi dan massa aksi penolak UU Ciptaker di Jakarta.  

"Sore ini di Polda Metro Jaya. Seorang ibu terima roti dengan tangan gemetar sambil ngucapin terima kasih berkali-kali. Matanya basah. Dia bilang, "makasih mbak, dari pagi saya belum sanggup makan, polisi nggak ngasih tau anak saya ada dimana," kata @syahbanu. 

"Temen2 tolong disebarkan dari siang sampai sekarang belum ditemukan, terim kasih atas bantuannya," kata @imron37596740 seraya menyematkan sebuah flayer berisi data tentang temannnya yang hilang, yang bernama Muhammad Aqilla Habibie, mahasiswa Fisika FMIPA UNJ. (rhm)