AS Tuduh China Sebarkan Covid-19 dengan Kirim Warganya Pakai Pesawat

Peter Navarro. (Foto: Bloomberg)

Washington, Dekannews- Pemerintahan Donald Trump kian gencar menyalahkan China atas pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang saat ini melanda dunia dan menimbulkan banyak kematian. 

Seperti dilansir Bloomberg, Senin (18/5/2020), salah seorang pembantu presiden Amerika Serikat (AS) itu kini menuduh China dengan sengaja mengirimkan warganya yang telah terinfeksi virus itu ke luar negeri dengan pesawat, guna menyebarkan virus mematikan tersebut ke seluruh dunia. 

"Virus ini muncul di provinsi Wuhan, nol pasien pada bulan November," kata penasihat perdagangan Gedung Putih,  Peter Navarro, dalam program "This Week" di stasiun TV ABC

Ia menambahkan, negara China yang 'dilindungi' Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), selama dua bulan menyembunyikan keberadaan virus itu dari dunia. 

"China kemudian mengirim ratusan ribu warganya dengan pesawat ke Milan, New York, dan di seluruh dunia untuk menanamkan benih (virus) itu," imbuhnya. 

Pernyataan Navarro ini menambah panjang daftar serangan AS terhadap China, karena sebelumnya AS menuduh bahwa Covid-19 adalah virus percobaan yang bocor dari laboratorium di pusat kota Wuhan.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo juga menuduh kalau China dengan sengaja menutupi asal-usul virus itu. 

Dalam pernyataannya di ABC,  Navarro mengatakan bahwa sebenarnya China bisa melokalisir Covid-19 di Wuhan sebagai asal sumber virus tersebut, namun nyatanya virus itu kini menjadi pandemi. 

"Itu sebabnya saya mengatakan negara China melakukan itu (mengirim warganya dengan pesawat), termasuk kepada orang Amerika, dan mereka bertanggung jawab," tegasnya. 

Lepas kendali

Pada Kamis (14/5/2020) lalu, Trump mengatakan bahwa sampai saat ini ia masih curiga kalau wabah Covid-19 mungkin terkait dengan laboratorium virologi Wuhan. Mesk demikian, ia juga mengatakan bahwa China tidak mungkin dengan sengaja melepaskan patogen itu. 

"Saya pikir ini lebih besar kemungkinannya karena di luar kendali," katanya. 

Seperti diketahui, AS termasuk negara yang cukup parah terpapar pandemi Covid-19. Data Reuters menunjukkan, hingga hari ini warga AS yang terinfeksi virus itu mencapai 1.490.654 orang, dimana 88.708 di antaranya meninggal dunia. (rhm)