Anies Targetkan Pembangunan Infrastruktur Rumah Tangga Rampung Sebelum 2022, Ini Pendapat SGY

Gubernur Anies Baswedan. (Dok: PPID)

Jakarta, Dekannews- Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto berharap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan BUMD di lingkungan Pemprov DKI Jakarta tidak gagap dalam memenuhi target yang diberikan Gubernur Anies Baswedan, dan dapat memenuhi target yang sudah harus tercapai sebelum 2022 tersebut.

Target dimaksud adalah penyediaan infrastruktur rumah tangga seperti air bersih, listrik, gas, dan pembuangan limbah di perkampungan-perkampungan padat penduduk dan. miskin di Ibukota.

"Pejabat-pejabat yang saat ini menduduki jabatan pimpinan SKPD dan jajaran komisaris serta direksi BUMD merupakan pejabat yang dilantik Gubernur berdasarkan seleksi terbuka yang dilakukan Panitia Seleksi (Pansel). Jadi, saya tidak meragukan kapasitas dan kualitas mereka," katanya kepada dekannews.com di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Meski demikian aktivis yang akrab disapa SGY ini mengatakan, meski tidak meragukan kapasitas para pejabat itu, ia ingin memberi saran kepada mereka agar kelak tidak terkena penalti Gubernur.

Menurut dia, agar target itu terpenuhi, sebaiknya para pimpinan SKPD dan BUMD yang mendapat target tersebut, seperti Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi; Dinas Lingkungan Hidup; dan PD PAM Jaya, menjadikan pembangunan infrastruktur rumah tangga sebagai prioritas, dan menyusun rencana kerja (Renja) yang matang serta komprehensif untuk mencapainya.

Sugiyanto. 

"Buat perencanaan biaya dan pembangunan secara umum, tapi tidak perlu membuat anggaran hingga detil agar jika terjadi masalah anggaran tidak terkunci," katanya.

SGY juga menyarankan agar SKPD dan BUMD bekerja sama dengan BUMN, khususnya untuk pembangunan jaringan listrik dan dan penyediaan gas.

Seperti diketahui, saat ini masih banyak rumah penduduk di perkampungan padat penduduk dan miskin di Jakarta yang masih belum tersambung jaringan pipa PAM, belum memiliki listrik sendiri sehingga menumpang pada tetangganya, dan belum memiliki WC yang memadai.

Di sisi lain, gas yang menjadi salah satu kebutuhan pokok sehari-hari, kadangkala mengalami kelangkaan.

Dalam sebuah video yang baru-baru ini viral di media sosial, Gubernur Anies Baswedan meminta pejabatnya agar mendahulukan pembangunan infrastruktur rumah tangga dibanding pembangunan infrastruktur lain.

Permintaan itu disampaikan dalam rapat pimpinan (Rapim) di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Inilah yang dikatakan Anies dalam video itu: "Kita bicara infrastruktur, jangan infrastruktur besar, (tapi)  infrastruktur rumah tangga. Apa itu infastruktur rumah tangga? Air bersih, itu nomor satu. Yang kedua listrik, yang ketiga gas, yang keempat pembuangan limbah. Itu semua infrastruktur rumah tangga, begitu. Makin makmur nanti, butuhnya tambah, tapi ini basic infrastructur. Kita keluarkan untuk LRT sekian triliun,  kita keluarkan untuk sodetan (kali) sekian triliun, masak untuk rumah tangga nggak kita keluarkan? Sebelum 2022 semua yang di kampung-kampung itu harus sudah beres dengan semua fasilitas yang saya sebutkan tadi, (karena) justru mereka lah yang perlu mendapat fasilitas ini". (rhm)