Anies Ganti Rumput di 10 Lapangan Sepakbola Outdoor dengan Rumput Sintetis

Kepala Disorda DKI Jakarta, Ahmad Firdaus (kedua dari kanan) . (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan akan mengganti rumput di 10 lapangan sepakbola outdoor (terbuka) di lima wilayah kota administrasi, dengan rumput sintetis. 

Penggantian rumput itu selain bertujuan untuk menhingkatkan prestasi olahraga, khususnya di cabang sepakbola, juga untuk menjadikan lapangan tersebut sebagai sarana interaksi warga. 

"Pak Gubernur sejalan dengan Pak Taufik (wakil ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik, red) untuk menghidupkan lagi olahraga di Jakarta demi meraih prestasi yang setinggi-tingginya," kata Sekda Saefullah dalam acara Halal Bi Halal dan Silaturahmi Olahraga Menuju PON XX/2020 Papua di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2019) malam. 

Karena alasan itu, lanjut dia, dengan menggunakan dana pelampauan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dari pengembang, telah dibangun sebuah gelanggang olahraga (GOR) dengan rumput sintetis, yakni GOR Rorotan di Jakarta Utara. 

"Akan dibangun lagi 10 lapangan sepakbola outdoor yang rumputnya akan disintetiskan," imbuhnya. 

GOR Rorotan diresmikan Gubernur Anies Baswedan pada Senin (29/7/2019), dan dibangun dengan menggunakan mekanisme pemanfaatan dana pelampauan KLB kewajiban PT Putera Gaya Wahana. 

GOR ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 2,2 Ha milik Pemprov DKI Jakarta, dan dikerjakan selama delapan bulan, mulai November 2018 hingga Juli 2019, dengan menghabiskan dana hingga Rp34 miliar.

Selain berumput sintetis, GOR ini dilengkapi lapangan badminton, basket, bola volley, indoor futsal, lapangan tenis outdoor standar ITF classified court pace 3, fitness outdoor dan jogging track. 

Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Ahmad Firdaus mengatakan, 10 lapangan sepakbola outdoor yang rumputnya akan diganti dengan rumput sintetis berada di lima wilayah kota administrasi. 

"Dana yang dianggarkan sekitar Rp43 miliar,  tapi bukan dari APBD, melainkan dari mekanisme pemanfaatan dana pelampauan KLB seperti pada pembangunan GOR Rorotan," katanya dalam acara Halal Bi Halal dan Silaturahmi Olahraga Menuju PON XX/2020 Papua di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2019) malam.

Ia menjelaskan, kebijakan ini dibuat Gubernur karena selain untuk meningkatkan prestasi olahraga,  juga karena lapangan sepakbola outdoor dapat menjadi tempat interaksi warga. 

"Apalagi karena tahun depan kan ada PON XX di Papua, dan KONl DKI menargetkan menjadi juara umum. Jadi, atlet harus mendapatkan emas sebanyak-banyaknya," kata dia. 

Firdaus mengakui kalau biaya maintenance rumput sintetis lebih murah dibanding rumput alami,  karena pasangan dan perawatannya menggunakan teknologi. 

"Sama dengan di GOR Rorotan, pemasangan rumput sintetis di 10 lapangan sepakbola outdoor juga menggunakan teknologi,  karena di bawah rumput itu ada drainase dimana di situ ada sistem penyerapan dan pembuangan air, dan ada alat khusus yang berfungsi menegakkan kembali rumput sintetis yang rebah karena terinjak-injak," katanya. 

Ketika ditanya apakah setelah rumput di 10 lapangan outdoor itu diganti dengan rumput sintetis, akan ada lagi lapangan outdoor yang 'dipermak' seperti itu? Mantan kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) itu membenarkan. 

"Gubernur meminta agar rumput lapangan di sekolah-sekolah juga diganti dengan rumput sintetis. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, karena kalau lapangannya tidak sebesar lapangan sepakbola, tanggung jawabjya di Disdik. Tapi kalau yang sebesar lapangan sepakbola, tanggung jawabnya di Disorda," pungkasnya. (rhm)