Amir: Tugas Mat Bagan Dorong Jakarta Lebih Maju Lagi

Amir Hamzah (pegang mike). (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah meminta Mat Bagan (Maju Kotanya Bahagia Warganya)  dapat menjadi salah satu organisasi yang dapat mendorong Jakarta untuk lebih maju. 

"Terlepas apakah ibukota jadi pindah (dari Jakarta)  atau tidak, ke depan tugas Mat Bagan sendiri adalah menjadikan ibukota lebih maju lagi," kata dia saat menjadi pembicara dalam dialog yang diselenggarakan panitia deklarasi Mat Bagan di Bakoel Koffie, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2019).

Mat Bagan merupakan wadah yang menampung aspirasi warga Jakarta terkait 23 janji kampanye Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan visi misinya menjadikan Jakarta yang maju dan dengan warga yang berbahagia. Janji dan visi misi tersebut disampaikan saat Pilkada Jakarta 2017.

Oleh Mat Bagan, aspirasi warga itu akan disampaikan kepada DPRD maupun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Selain Amir, pembicara diskusi tersebut adalah Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta Rico Sinaga, Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal, dan ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) yang juga penggagas Mat Bagan; Sugiyanto. 

Deklarasi Mat Bagan juga dihadiri sejumlah aktivis Jakarta seperti Ketua Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Agung Nugroho, Direktur Eksekutif INFRA Agus Chairudin, dan Direktur Eksekutif Jakarta Pubic Service (JPS) Syaiful Jihad. 

Lebih lanjut Amir mengingatkan bahwa saat ini Jakarta masih punya seabreg persoalan, bukan hanya masalah macet dan banjir,  tapi juga masalah-masalah lain, termasuk masalah anggaran dimana pada 2019 ini Pemprov DKI Jakarta berpotensi kehilangan pemasukan sebesar Rp7,5 triliun akibat realisasi pajak pada 2019 kurang Rp5 triliun dari target, dan pemasukan dari pemerintah pusat yang tidak terealisasi sekitar Rp2,5 Triliun.

"Ini membuat nilai APBD Perubahan 2019 DKI Jakarta tidak mencapai Rp86,89 triliun karena berkurang Rp7,5 triliun," tegasnya. 

Terkait rencana pemerintah yang akan memindahkan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan Timur,  ketua Budgeting Metropolitan Watch (BMW) itu mengingatkan bahwa ke depan, jika ibukota benar-benar jadi dipindahkan, persoalan Jakarta bakal makin kompleks karena statusnya yang bukan lagi sebagai daerah khusus ibukota (DKI). 

Sebab, kata dia, perubahan status itu pastinya akan menimbulkan persoalan-persoalan baru bagi Jakarta. 

"Dengan adanya persoalan-persoalan ini, maka ke depan bagaimana Mat Bagan sebagai wadah yang menampung aspirasi warga, dapat memberikan masukan-masukan kepada Pemprov DKI Jakarta, agar Jakarta dapat lebih maju lagi," pungkas dia. (can)