Alumni KNPI DKI Jakarta Akan Kampanyekan Anti Pelastik

M Taufik. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- DPD Korps Alumni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI Jakarta berencana menggelar kampanye anti pelastik di seluruh wilayah di Jakarta. 

Kegiatan ini akan melibatkan seluruh pimpinan dan anggota Alumni KNPI DKI Jakarta, serta seluruh pimpinan anggota KNPI DKI Jakarta. 

"Mungkin minggu depan kita mulai kampanye, setelah Rakerda (Rapat Kerja Daerah)," ujar Ketua DPD Korps Alumni KNPI DKI Jakarta di sela-sela seminar bertajuk 'Bagaimana Masa Depan Jakarta Pasca Ibukota Pindah' yang diselenggarakan DPD Korps Alumni KNPI DKI Jakarta di Gedung Lemhanas, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019). 

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini menjelaskan, kampanye ini dilakukan untuk mendukung pemerintah mengampanyekan anti pelastik karena program ini dinilai sebagai sesuatu yang baik bagi kehidupan, khususnya bagi lingkungan. 

"Gerakannya sederhana saha, yakni menukar pelastik di pasar-pasar dengan buddy bag, sehingga peredaran pelastik dapat dikurangi. 

"Teman-teman alumni KNPI dan pimpinan serta anggota KNPI semua akan turun, tapi ini akan menjadi stimulus dan nantinya masyarakat akan terlibat," katanya. 

Seperti diketahui, saat ini pemerintah memang sedang menggalakkan gerakan anti pelastik, sehingfa saat ini banyak pasar moderen seperti supermarket dan minimarket, tidak lagi menyediakan pelastik untuk mengemas belanjaan pembelinya. 

Pelastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui setiap hari. Secara umum, pelastik tersusun dari polimer, yaitu rantai panjang dan satuan-satuan yang lebih kecil yang disebut monomer. Polimer ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia karena bersifat tidak larut, sehingga bila terjadi akumulasi dalam tubuh akan menyebabkan kanker. 

Bila makanan dibungkus dengan pelastik, monomer-monomer itu dapat berpindah ke dalam makanan, dan selanjutnya berpindah ke tubuh orang yang mengkonsumsinya. Bahan-bahan kimia yang telah masuk ke dalam tubuh ini tidak larut dalam air,  sehingga tidak dapat dibuang keluar, baik melalui urin maupun feses (kotoran). 

Masing-masing jenis plastik mempunyai tingkat bahaya yang berbeda, tergantung dari material pelastik dan bahan kimia penyusunnya. 

Selain dapat menimbulkan masalah kesehatan, pelastik juga dapat mencemari lingkungan, karena limbah pelastik yang dibuang ke sungai/kali dan tanah tak dapat diurai oleh alam, sehingga dapat menimbulkan gunungan sampah dan menyebabkan banjir. 

Cara efektif memusnahkan limbah pelastik adalah dengan dibakar. 

Menurut data, kota-kota di dunia menghasilkan sampah pelastik hingga 1,3 miliar ton/tahun. Jumlah itu diperkirakan bertambah hingga 2,2 miliar ton pada 2025.

Selama lebih dari 50 tahun, produksi dan konsumsi plastik global terus meningkat. Diperkirakan 299 juta ton pelastik diproduksi pada 2013, menghasilkan masalah lingkungan hidup yang sangat serius bagi masyarakat. (rhm)