Akun Said Didu Dibajak, Digunakan untuk Fitnah Ustad Abdul Somad dan Prabowo

Akun Said Didu yang diretas. (Foto: Twitter)

Jakarta, Dekannews- Serangan terhadap akun-akun influencer Paslon 02 Prabowo-Sandi semakin menggila menjelang hari pencoblosan Pemilu 2019 pada Rabu (17/4) mendatang.

Setelah akun Twitter dan Instagram mantan Kasum TNI Letjen (Purn) JS Prabowo dibajak, Jumat (12/4/2019) pagi, nasib yang sama dialami akun Twitter milik mantan komisaris PT Bukit Asam, Muhammad Said Didu.

Akun tokoh yang belakangan ini getol menyoroti dugaan politisasi BUMN oleh Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin itu diketahui dibajak pada Sabtu (13/4/2019) malam, tak lama setelah Debat Capres-Cawapres V selesai.

"Teman-teman semua, sekitar dua jam yang lalu Twitter saya @saididu dihack dan saya tidak mengendalikan lagi," kata Said Didu melalui video yang diviralkan oleh akun Twitter pendukung 02, diantaranya oleh akun @AkunTofa, akun milik aktivis PP Pemuda Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya.

Video itu diupload pada Sabtu (13/4/2019) sekitar pukul 23:00 WIB.

Dari pantauan di akun yang dibajak tersebut, ditemukan sejumlah cuitan yang menyerang Ustad Abdul Somad (UAS) dan Prabowo.

"Sekarang sudah saatnya UMAT jangan mau percaya dengan mulut ULAMA yang mendapat label LC Kairo Mesir sok suci. ternyata menyimpan segudang WANITA dan Mudah Dibeli dengan UANG MILYARAN oleh PRABOWO dan dipakai untuk bangunISTANA MEGAJ di Kab.Kampar," kata akun yang dibajak itu disertai postingan desain grafis yang menyebutkan bahwa UAS punya dua istri, yakni Mellya Juniarti dan Masyitoh.

"Diana Tabrani adalah selingkuhan UAS hasil operasi dari tim intel prabowo untuk jebak UAS dijeratan CINTA. Tujuan utama Diana Tabrani adalah agar UAS takluk dengan CINTAnya dan akhirnya dapat dikondisikan dukung PRABOWO dengan MAHAR milyaran rupiah," cuit akun yang dibajak itu lagi, kembali dengan disertai desain grafis yang menjelaskan identitas Diana Tabrani plus bumbu kalimat provokatif seperti "Nikah 3x bolehlah ....Sekalian Berpolitik".

"Rapat UAS dengan TVOne yang sudah dibayar PRABOWO untuk mengkondisikan dukungannya untuk pasangan PAS tidak terlepas dari peran KARNI ILYAS. UAS mendapatkan dana milyaran rupiah dari Prabowo yang diambil dananya di AYANA MID PLAZA untuk bangun ISTANA MEGAH. #UASDibayarPrabowo," kata akun yang dibajak itu lagi dengan menyertakan empat buah foto, dimana yang di antaranya ada yang mengenakan seragam TVOne, dan ada UAS di antara foto-foto itu.

Pembajakan akun @saididu yang kemudian digunakan untuk menyerang UAS dan Prabowo itu memicu kemarahan para tokoh pendukung 02.

"Yang seperti ini adalah fitnah terhadap UAS. Dimulai dengan mencuri akun Bang Said Didu kemudian sebar fitnah-fitnah tersebut. Semoga yang lakukan segera bertobat dan minta maaf kepada UAS dan Bang Said Didu. Atau polisi hendaknya segera bertindak, hentikan," kata Wakil Ketua MPR dari PKS, Hidayat Nur Wahid melalui @hnyrwahid.

"Yang saya sesalkan, kenapa kalian harus nyerang Ustad Abdul Somad. Beliau tokoh agama, tak elok difitnah sedemikian rupa. Dan yang paling menjijikkan, kalian tidak berani pasang badan sebab kalian melakukan kejahatan menggunakan akun @saididu yang kalian curi," kata ekonom Kwik Kian Gie melalui @KwikKianGie.

"Akun @saididu telah diambil alih oknum jahat yang takut KEOK. Segera block dan report ke @Twitter ya. Hati-hati, para penjahat Perang Total Makin ganas," kata aktivis PP Pemuda Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya melalui @AkunTofa.

Ada dugaan kalau serangan terhadap UAS dilakukan karena UAS telah secara terbuka menyatakan mendukung Prabowo, sehingga pelaku peretasan tak suka karena dukungan UAS terhadap Prabowo diyakini dapat mendongkrak perolehan suara Paslon 02. (maN)