Aktivis Muslim dan Demokrasi: Doa untuk Bangsa dan Prihatin Penangkapan Munarman

Doa dan Prihatin - Sejumlah aktivis muslim dan demokrasi menggelar doa untuk bangsa dan aksi prihatin atas penangkapan Munarman, Jum'at (7/5/2021). [kirman/dekannews]

Jakarta, Dekannews – Sejumlah aktivis muslim dan aktivis demokrasi berkumpul mengadakan Doa untuk Bangsa dan Aksi Keprihatinan atas Penangkapan Munarman, Jum’at (7/5/2021), di Jakarta. Ada upaya rejim saat ini memberangus aktivis Muslim dan kebangkitan Islam melalui langkah kriminalisasi ulama, penangkapan aktivis demokrasi dan meneroriskan Munarman. Agenda De-Islamisasi, Sekulerisasi dan Satanisasi.

Dalam kesempatan tersebut, menurut aktivis Mursalim, sangat berat bagi aparat untuk membuktikan IB HRS dan Munarman sebagai teroris. Langkah rejim tersebut melawan opini masyarakat. “Kriminalisasi terhadap IB HRS dan penangkapan Munarman merupakan kerja aparat yang bermula pada acara tablig akbar 212,” buka Mursalim.

Keprihatin atas penangkapan Munarman datang juga dari saudara kita umat Kristen dan Budha. “Mereka tidak yakin jika Munarman itu teroris. Munarman tidak melakukan kegiatan yang tersembunyi,”ujar Mursalim.

Mursalim mengaku mengenal Munarman sejak di LBH. Munarman merupakan pendekar hukum. “Ada upaya pemaksaan Munarman adalah teroris. Saya yakin aparat keamanan akan sulit membuktikan tuduhan atas Munarman. Masyarakat muslim dan rakyat Indonesia membela Munarman,” tegas Mursalim.

Sedangkan menurut aktivis senior Ariyadi Ahmad, gerakan doa untuk bangsa dan aksi keprihatian atas penangkapan Munarman diakui sudah benar. Bukti bukti jangan dipaksakan untuk mendukung tuduhan Munarman teroris. “Saudara saudara non muslim pun sudah menyatakan sikap Munarman bukan teroris,” tegas Ariyadi.   

Tak ketinggalan pula Aktivis Candra mengatakan, Munarman merupakan tokoh muda Muslim dan rejim Jokowi tidak senang dengan keberadaan dan aktifitas Munarman. “Fitnah dengan tuduhan teroris terhadap Munarman merupakan pintu masuk rejim untuk menangkap Munarman,” ujar Candra.

Rejim saat ini bisa berbuat apa saja termasuk mencari cari pasal yang bisa digunakan untuk menjerat Munarman, termasuk kasus IB HRS. “Untuk itu, setiap momen persidangan harus dimanfaatkan untuk memberikan komando kepada umat,” saran Candra.

Pada bagian lain, Ustad Bukhori Muslim, mengatakan penangkapan Munarman bisa karena Munarman terkait dokumen peristiwa unlawfull killing terhadap enam Mujahid FPI di KM 50. “Kaitannya sangat luar biasa,” ujarnya.

Terlebih lagi, dengan penangkapan Munarman, ada oknum masyarakat yang melakukan justru syukuran. “Ini sangat tidak berakhlak. Mereka dengan bangga menunjukkan kedzoliman dan kemaksiatan,” kata Bukhori Muslim.

 

Skenario KG dan KGB

Sementara itu, dalam pandangan aktivis senior lainnya yakni Amir Hamzah, apa yang dilakukan rejim terhadap IB HRS, Munarman, FPI dan aktivis demokrasi lainnya (aktivis KAMI) merupakan bagian dari agenda Konspirasi Global (KG) dan Komunis Gaya Baru (KGB). “Ini merupakan hasil perkembangan geopolitik dan geostrategi Cina. Kondisi Indonesia saat ini akibat rejim Jokowi terlalu dekat dengan Cina Komunis,” ulas Amir.

Menurut Amir, kedekatan rejim dengan Cina Komunis adalah benturan peradaban. “Cina sudah mempelajari kita dan melakukan hal yang terbalik untuk menghancurkan kita (muslim). Organisasi Islam, LSM, forum atau gerakan yang membela Islam akan dihancurkan oleh rejim,” kata Amir.

Ternyata, lanjut Amir, kebangkitan PKI melalui KGB-nya, telah menyusup ke mana-mana terjadi tidak hanya sejak 2011 tapi dari 2002. “Ini ketika saya ketemu dengan mantan Panglima Gatot Nurmantyo,” aku Amir.

Kriminalisasi terhadap IB HRS, Munarman, FPI, Aktivis KAMI dan aktivis demokrasi lainnya merupakan bagian kecil dari agenda besar yang dijalankan KG dan KGB. “KG dan KGB menjalankan aksi de-Islamisasi, sekulerisasi dan satanisasi,” ujar Amir.

 

Rebut Kembali

Sementara menurut Joko Edi, menyitir pernyataan Tokoh Amin Rais, yang menyatakan rejim Jokowi sangat kuat karena sudah menggenggam eksekutif, legislatif dan yudikatif, Joked memprediksi akan kejatuhan rejim ini. “Segala yang terlampau kuat dipastikan akan jatuh,” ujar Joked.

Ia membeberkan bagaimana kuatnya Presidenn tapi jatuh kerena bersitegang dengan AH Nasution. Suharto jatuh karena Amin Rais dengan gerakan reformasi. “Rejim ini juga akan jatuh karena kondisi yang sangat krodit. Kejatuhan rejim sudah ada patronya,”kata Jokn ed.

Terkait kondisi saat ini, aktivis Abdul Malik menyatakan prihatin dengan perjalanan Bangsa Indonesia. Indonesia merupakan warisan para pendiri, pejuang yang didalamnya banyak ulama. Indonesia adalah warisan untuk kita. “Para ahli waris saat utamanya yang ada di pemerintahan tepat rejim saat ini sudah tidak merasakan Ke-Indonesiaan. Untuk itu mari Bung rebut kembali,” ujar Malik mengutip bait lagu nasional Halo - Halo Bandung karya Ismail Marzuki.

Kegiatan tersebut ditutup dengan doa yang dilantunkan Habib Muslim Alatas dan diaminkan semua hadirin. Kegiatan tersebut dipandu Taufik Hidayat. (kir)