Aksi Tolak UU Ciptaker, Netizen: Polisi Tembaki dan Seruduk Ambulans dengan Barakuda

Momen saat ambulans melaju mundur dengan kencang sambil dikejar polisi. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Polisi diduga merusak sejumlah ambulans yang digunakan untuk mengevakuasi korban bentrok antara polisi dengan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Karya (Ciptaker), Selasa (12/10/2020). 

Sebuah video yang viral di media sosial bahkan menggambarkan tentang sebuah ambulan yang melaju mundur dengan kencang sambil dikejar dan ditembaki polisi, kemudian kabur melalui sebuah jalan dengan kondisi masih ditembaki.  

Informasi tentang adanya ambulans yang dirusak disampaikan pada milik akun @DrTaufan1.

"(Kontak Tim Medik) 2 ambulance yang mengevakuasi korban dari TKP diseruduk barakuda, dipukulin semua driver dan petugasnya, termasuk pasiennya, dibawa ke Polsek lalu semua petugas ditahan. + 1 pasien + 1 unit ambulance nya ditahan. Sementara di tempat lain ambulance lain dirusak," katanya, Selasa (13/10/2020) pukul 20:48 WIB seraya menyematkan video berdurasi 22 detik. 

Video itu menggambarkan sebuah ambulans dengan kedua pintu depan terbuka yang disorot dari belakang hingga bagian depan. Kaca belakang dan kaca kedua pintu depan yang terbuka nampak sudah tak berkaca  kanan karena pecah. 

"Izin laporan, Dan, di depan Cikini di area Taman Ismail Marzuki. Kondisi saat ini agak kurang kondusif, Dan," kata suara dalam video itu. 

Video tentang ambulan yang melaju mundur dengan kencang dan kabur sambil ditembaki polisi, antara lain diposting akun @DadangRuslan. 

"Bener-bener mirip peristiwa di ISRAEL... Mobil ambulance pun jadi sasaran. Ngeri.... @fadlizon," kata Dadang untuk mengomentari video itu. 

Fadi Zon yang ditag Dadang, menjawab singkat. 

"Dimana ini? Memang benar mirip di Israel," kata anggota DPR Fadli Zon melalui @fadlizon. 

Dari cutan lanjutan @DrTaufan1 ada dugaan kalau antara ambulans yang kabur dari polisi yang menembakinya dengan yang dirusak saling berhubungan. Pasalnya, dalam postingan lanjutan itu @DrTaufan1 memposting tangkapan layar yang berisi empat gambar dimana dua di antaranya gambar dari ambulan yang kabur dari polisi dan gambar ambulans yang kata dia dirusak dan ditabrak barakuda, serta percakapan di Grup WhatsApp dengan nama penge-chat yang ditutup. 

"Ini kawan dari yang bertugas di sana," katanya. 

Chat dari grup WhatsApp tersebut berisi percakapan sebagai berikut;

"Polsek mana?"

"Ditangkap di TIM.. Kemungkinan dibawa ke Polres Jakpus". 

"Posko saya kan cuma 100 meter dari TIM... Sadis banget kok adek2 itu dikejar dan ditembakin dari mana2.. 😭 

"Dua2nya diseruduk barakuda... saksinya semua crew TRAInya yang ditanga ke polsek". 

Hingga Rabu (14/10/2020) pukul 07:30 WIB, postingan @DrTaufan1 tentang ambulans yang diseruduk barakuda, telah diretweet 1.271 kali, disukai1.452 warganet, dan dikomentari 152 netizen.

Berikut beberapa komentar netizen terkait postingan itu.  

"Semoga aparat yang melempari dan mengejar-ngejar ambulan... Kelak matinya atau sakit tidak akan dibawa ambulan," sungut @423Wirawan. 

"Innalilahi... Yaa Allah, hancurkanlah rezim dzolim ini beserta antek2nya sehancur2nya.. Berikanlah balasan untuk mereka berupa adzab yang sangat pedih baik di dunia maupun diakhirat. Aamiin Allahuma aamiin," [email protected]_Wyanda. (rhm)