Ahmad Lukman Jupiter: Hati Saya Damai Setelah Masuk Islam

Ahmad Lukman Jupiter. (Dok: Dekan)

10 AGUSTUS 2017, pria kelahiran Tanjung Pandan, Kecamatan Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, ini mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Yayasan Darussalam Kota Wisata, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sejak itu dia resmi meninggalkan agamanya yang lama dan menjadi seorang mualaf.

Namanya pun berubah dari Jupiter menjadi Ahmad Lukman Jupiter, dan babak baru dalam kehidupannya sebagai putra keturunan Nabi Adam AS dan Ibunda Siti Hawa, dimulai.

"Di antara keluarga, kerabat dan kawan-kawan ada yang mendukung keputusan saya menjadi mualaf, dan ada pula yang sebaliknya... Semua orang pada awalnya tentu tidak mudah menerima perbedaan. Semoga ini menjadi jalan mereka juga mengenal Islam dan siapa tahu menjadi wasilah hidayah," katanya kepada dekannews.com melalui pesan WhatsApp, kemarin.

Perjalanan pria kelahiran 23 Mei 1987 ini untuk menjadi seorang mualaf cukup panjang dan berliku. Berawal dari adanya pemahaman bahwa Islam merupakan satu-satunya agama dengan Tuhan yang tidak kelihatan, dan hanya Islam yang umatnya hapal ayat-ayat di dalam kitab sucinya, lengkap dengan titik dan komanya. Panghapal ayat-ayat itu pun bukan hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak, baik yang dalam keadaan sehat maupun sakit.

Pemahaman ini menimbulkan pergulatan batin yang berujung pada keputusan bahwa ia akan menjadi seorang Muslim. Anggota Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta ini membaca dua kalimat syahadat dengan dibimbing Ustadz Hanny Kristianto, Sekjen Mualaf Center Indonesia (MCI).

Apa yang dirasakan setelah menjadi Muslim?

"Saya merasakan ada kedamaian dalam hati saya. Sekarang saya menjadi paham bahwa semua manusia sama, tidak ada perbedaan dalam segala hal, kecuali ketaqwaan kepada Allah," katanya.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta ini menegaskan, dirinya sama sekali tidak terganggu atau pun terpengaruh oleh stigma yang diciptakan oleh sekelompok orang bahwa Islam adalah agama radikal, intoleran dan agama para teroris, karena menurutnya, dalam hadist yang diriwayat oleh Muslim, ada orang yang masuk neraka karena menyiksa  burung dan kucing sampai mati.  Apalagi jika menyiksa manusia?

"Jika benar Islam agama radikal dan agama para teroris, sudah pasti tidak ada agama lain selain Islam di muka Bumi ini," kata dia.

Jupiter menegaskan, islam adalah agama yang sejuk.  Agama ini merupakan agama rahmatan lil alamin, agama yang ajaran kasih sayangnya dapat dirasakan secara universal.

Dia meminta agar umat Islam yang lain juga tidak terpengaruh pada stigma itu dan tetap berpegang pada ajaran Allah SWT.

"Saya yakin siapa pun yang beriman dan mentaati Allah, maka Allah pasti akan menjaganya, membelanya, meneguhkan dan menjaganya dari segala bentuk keburukan," kata dia.

Kepada umat Islam yang saat ini justru menyerang agamanya sendiri, dan masuk golongan Islam munafik, ia berdoa mereka mendapatkan hidayah.

"Seseorang dilihat pada akhirnya (matinya). Kita doakan semoga Allah memberi hidayah pada orang seperti ini dan kita semua dijauhkan dari sifat seperti ini," pungkasnya. (rhm)