Abdullah Hehamahua: Tak Ada Urusan dengan 01 Atau 02, Aksi di MK Demi Eksistensi NKRI

Abdullah Hehamahua. (Foto: Ist)

Jakarta, Dekannews- Koordinator Gerakan Kedaulatan Rakyat (GKR) Abdullah Hehamahua menegaskan, aksi Kawal Mahkamah Konstitusi (MK) yang dikoordinatorinya semata-mata demi kepentingan bangsa dan negara ke depan, tidak terkait dengan pasangan nomor urut 01 Jokowi Ma'ruf Amin maupun 02 Prabowo-Sandi.

Penegasan ini disampaikan Abdullah saat berorasi di atas mobil komando Aksi Kawal MK di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019). Aksi ini sendiri telah berlangsung sejak Selasa (25/6/2019) dan masih akan berlangsung Kamis (27/6/2019) besok. 

"Saya tidak ada urusan dengan Prabowo, tidak ada urusan dengan Sandi, dengan Jokowi, dengan Kiai Ma'ruf Amin. Ini soal rakyat, soal bangsa, soal eksistensi NKRI," kata dia dalam orasinya. 

Mantan penasehat KPK ini mengaku memahami mengapa Capres 02 Prabowo Subianto melarang pendukungnya menggelar unjuk rasa di sekitaran MK menjelang pembacaan putusan gugatan sengketa Pilpres 2019 oleh lembaga itu,  dan menurutnya,  instruksi Prabowo tersebut dikeluarkan hanya untuk mengantisipasi jatuhnya korban seperti pada aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu pada 21-22 Mei. 

Meski demikian Abdullah menegaskan, kerusuhan yang pecah pada kedua hari itu dilakukan oleh pelaku yang bukan bagian dari kelompoknya karena para pelaku itu bertato dan meminum-minuman keras.  Padahal di bulan Ramadan. 

"Jemaah pada malam itu sudah pulang bubar dengan tertib dan kembali ke masjid masing-masing. Kemudian 1 jam datang gerombolan membuat kerusuhan.  Apakah ustad punya tato di badan? Orang yang membuat rusuh bertato, minum minuman keras, dan waktu itu Ramadan. Saya bisa mengerti Prabowo menganjurkan itu karena cinta rakyat," ujar dia.

Abdullah menegaskan, aksi yang digelar hari ini semata-mata hanya untuk memberikan dukungan kepada MK,  karena di masa lalu ada ketua dan anggota MK yang tersandung kasus. 

"Karena itu, saya ingatkan ke mereka jangan ada yang terulang lagi seperti MK yang lalu. Kita beri dorongan,  beri kepercayaan diri,  jangan takut intervensi apa saja baik eksternal dan internal,  bahkan luar negeri," katanya.

Seperti diketahui,  saat ini muncul kekhawatiran di kalangan masyarakat di luar pendukung 01 bahwa MK akan memutus gugatan sengketa Pilpres yang diajukan 02 dengan tidak jujur dan independen. Pasalnya,  selain KPU dan Bawaslu dinilai tidak independen dan berpihak ke 01, Ketua MK Anwar Usman pun diketahui merupakan kader Nasdem. Itu sebabnya Aksi Kawal MK digelar. 

Sebelumnya, melalui video yang diunggah ke media sosial,  Prabowo melarang pendukungnya melakukan aksi ke MK karena menyatakan dia dan Sandiaga telah menyerahkan penyelesaian sengketa Pilpres 2019 lewat jalur yang konstitusional, yakni melalui MK. 

Inilah imbauan Prabowo tersebut: "Saudara-saudara sekalian, kami memutuskan menyerahkan melalui jalur hukum dan jalur konstitusi. Karena itu, saya dan Saudara Sandiaga Uno memohon pendukung-pendukung kami tidak perlu untuk berbondong-bondong hadir di lingkungan MK pada hari-hari yang mendatang".  (rhm)