87 Rumah Dibakar dan 2 Warga Tewas Akibat Bentrok Dua Desa di Buton

Rumah yang dibakar akibat bentrokan dua warga desa di Buton. (Foto: Kompas)

Buton, Dekannews- Sedikitnya 87 rumah dibakar, dua orang tewas dan delapan orang luka-luka akibat dua kali bentrokan yang melibatkan warga Desa Gunung Jaya dan Desa Sampoabalo, Kecamatan Siotapina, Buton, Sulawesi Tenggara.

"Sampai pagi ini kita masih melakukan pengamanan untuk mencegah terjadinya bentrok susulan," ujar Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhard, kepada TVOne, Jumat (7/6/2019).

Bentrok antara kedua warga desa yang bertetangga ini pecah pada Selasa (4/6/2019) malam dan terulang pada Kamis (6/6/2019) sore.

Seorang warga Gunung Jaya menuturkan, saat kejadian suasana sangat mencekam.

"Kami melihat mereka datang, mereka bawa semua (benda tajam) ... Parang, panah ....," katanya.

Warga lalu berlarian ke hutan untuk menyelamatkan diri. Tak ada barang yang terbawa, kecuali anak-anak.

Dari kejauhan lalu mereka melihat rumah mereka ada yang dibakar. Asap hitam membubung ke angkasa.

Bentrokan kedua ini menewaskan dua orang, melukai delapan orang san sedikitnya delapan orang terluka akibat terkena panah dan sabetan parang.

"Satu unit kendaraan roda empat dan empat unit kendaraan roda dua juga terbakar," jelas Harry Goldenhard.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, Djufri, mengatakan, semula semua korban, termasuk yang tewas, dilarikan ke Puskesmas Matanauwe, namun setelah itu dirujuk ke tiga rumah sakit di Buton, antara lain RSUD Pasar Wajo, karena fasilitas Puskesmas yang tidak memadai, .

Masih belum jelas apa penyebab bentrok sehari sebelum Idul Fitri 1440 Hijriyah dan pada hari kedua Idul Fitri itu, namun Harry Goldenhard mengatakan, penyebabnya diduga salah paham.

Menurut informasi warga, kata dia, bentrokan bermula ketika pada Selasa (4/6/2019) sekitar pukul 20.00 Wita, puluhan pemuda Desa Sampuabalo melakukan konvoi motor dengan knalpot yang bising. Konvoi itu melintas di Desa Gunung Jaya 

"Warga Desa Gunung Jaya merasa terganggu dengan suara bising knalpot motor puluhan pemuda tersebut. Beberapa menit kemudian, puluhan pemuda yang melakukan konvoi kembali," kata Harry seperti dilansir Sindonews.

Di pertigaan Desa Gunung Jaya dan Sampuabalo,  puluhan pemuda yang melakukan konvoi itu berteriak-teriak dan melempari rumah warga dengan berbagai benda, termasuk batu. Keributan antara para pemuda itu dengan warga Desa Gunung Jaya pun pecah.

"Keributan ini dilerai anggota Polsek Sampuabalo," imbuh Harry.

Namun persoalan rupanya tak berhenti sampai di situ. Pada Rabu (5/6/2019) pukul 14.30 Wita, massa dari Sampuabalo mendatangi Desa Gunung Jaya dan melempar rumah-rumah warga menggunakan bom molotov hingga menyebabkan puluhan rumah terbakar. 

Warga Desa Gunung Jaya pun mengamuk. Mereka melawan, sehingga betrokan antara dua desa yang bertetangga itu pecah.

"Polres Buton mengerahkan satu Pleton Dalmas ke lokasi untuk melerai dan mengamankan lokasi," imbuh Harry.

Kapolda Sultra Brigjen Pol Brigjen Pol Iriyanto dan Bupati Buton La Bakri sempat turun ke lokasi untuk menenangkan warga dan mencegah teerjadinya bentrok susulan.

Kepada kedua belah pihak, Kapolda meminta agar bisa menahan diri. Ia juga berusaha menenangkan warga Desa Gunung Jaya yang berniat melakukan serangan balasan ke Desa Sampuabalo.

Sementara Bupati meminta agar masalah sepele jangan diperbesar dan diperpanjang.

"Ini hari lebaran. Sebaiknya semua menahan diri," katanya. (man)