44 Penunggak Pajak di Matraman Ditindak Tim Gabungan

Sebuah bangunan dipasangi spanduk karena menunggak pajak. (Foto: BPRD)

Jakarta, Dekannews- Sebanyak 35 petugas gabungan dari BPRD DKI, Suban PRD Jakarta Timur, kecamatan/kelurahan, Satpol PP dan TNI/Polri, Senin (28/10/2019), melakukan penindakan terhadap 44 wajib pajak (WP) di Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. 

Penindakan berupa pemasangan plang, stiker dan spanduk tersebut dilakukan karena WP pemilik  bangunan (objek pajak) yang ditindak menunggak pembayaran pajak. 

Camat Matraman, Rudy Syahrul, yang memimpin pelaksanaan penindakan mengatakan, sebelum. ditindak, WP pemilik objek pajak telah dikirimi surat panggilan dan  penagihan pajak, namun tidak direspon dengan baik. 

"Penindakan ini dilakukan untuk memberikan efek jera," katanya. 

Ia menyebut, ada 44 WP yang ditindak dengan potensi nilai pajak mencapai Rp 6,7 miliar. Penindakan terhadap ke-44 WP ini dilakukan bertahap selama tiga hari, dimulai hari ini. 

Kepala Suku Badan Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (Suban PRD) Jakarta Timur, Johari,  menambahkan, penindakan ini juga merupakan upaya untuk mencapai realisasi penerimaan pajak daerah yang lebih optimal. 

"Jika setelah ditindak masih membandel, kita akan gandeng KPK untuk penagihan paksa dan tidak menutup kemungkinan dilakukan penyitaan asetnya," kata dia. 

Dari 44 WP penunggak pajak, 18 WP di antaranya menunggak PBB dengan potensi nilainya sebesar Rp 6,2 miliar; dua hotel senilai Rp 3,5 juta; satu tempat hiburan Rp12 juta; satu restoran Rp21,6 juta; satu pajak parkir Rp20 juta; dan pajak reklame 21 obyek senilai 348,8 juta. (rhm)