2 Tahun Mimpin Jakarta, Anies Banyak Didukung dan Serang Secara Verbal

Anies Baswedan merangkul seorang warga saat berkunjung ke Kampung Akuarium, Jakarta Utara. (Foto: Merdeka)

Jakarta, Dekannews- Rabu (26/10/2019) esok Anies Rasyid Baswedan genap dua tahun menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

Di mata politisi Nasional Demokrat (NasDem) Ahmad Lukman Jupiter,  selama dua tahun ini perjalanan Anies memimpin Jakarta sangat warna warni dan penuh dengan dinamika.

"Banyak sekali dukungan maupun serangan-serangan verbal disampaikan ke Pak Gubernur terkait kinerja beliau dua tahun ini," kata anggota DPRD DKI Jakarta itu kepada dekannews.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (15/10/2019).

Ahmad Lukman Jupiter. 

Sebagai politisi yang juga wakil rakyat, Jupiter mengajak masyarakat untuk berpikir secara objektif dan tidak mengikuti informasi hoaks yang tidak berdasar dalam melihat dan menilai kinerja Anies.

"Apresiasi secara adil diperlukan dan kritik juga tidak kalah pentingnya untuk membangun kota ini lebih baik lagi, namun kritik yang membangun, bukan kritik subjektif tanpa dasar," katanya.

Menurut dia, jika masyarakat Jakarta menilai secara objektif dan substantif, banyak ketercapaian Anies selama dua tahun ini, khususnya dalam merealisasikan janji-janji kampanyenya saat Pilkada Jakarta 2017 yang masuk Kegiatan Strategis Daerah (KSD) seperti KSD transportasi  DKI yang telah mencapai 64,41%.

Untuk KSD ini, Anies menjanjikan akan menyediakan sarana transportasi yang nyaman, aman dan ramah lingkungan bagi masyarakat.

Namun, tegasnya, memang tidak mungkin ada pemerintahan yang bisa sempurna tanpa dukungan dan masukan atau kritik dari masyarakatnya.

"Untuk itu beri saran dan kritik saja bila ada yang dirasa kurang baik atau kurang efektif, namun dengan penyampaian yang tepat, sopan dan membangun," pungkasnya.

Seperti diketahui,  posisi Anies sebagai pemenang Pilkada Jakarta 2017 memang tidak terlalu nyaman karena kekalahan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam pesta demokrasi lima tahunan itu dari Anies, membuat para pendukung fanatiknya tak senang.

Ketidaksenangan itu dilampiaskan dengan berbagai cara, termasuk dengan mengkritisi kinerja Anies yang mengarah pada hoaks. Anies pernah dihantam dengan kasus pembelian pohon pelastik dan tong sampah dari Jerman, dan ternyata pengadaan-pengadaan itu dilakukan saat Ahok masih menjadi gubernur.

Ketika Anies menata kawasan Tanah Abang dengan menutup Jalan Jatibaru Raya untuk pedagang kaki lima (PKL), Anies tak hanya dilaporkan ke polisi, tapi juga ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), namun di era Anies ini pula di Jalan Jatibaru Raya kini terdapat sky bridge untuk menampung PKL yang semua berjualan di trotoar dan tepi jalan.

Anies juga sempat dihantam masalah sampah yang menumpuk di kali, ternyata kali itu berada di wilayah Bekasi; lalu dihantam dengan masalah sampah di Kali Bengek, ternyata kewenangan penanganan kali itu berda di PT Pelindo II; dan dihantam melalui proyek revitalisasi trotoar yang juga akan difungsikan sebagai tempat berdadagang PKL.

Terbaru, Anies diserang dengan janjinya yang hingga saat ini belum terealisasi, yakni penyediaan WC sehat untuk masyarakat.

Meski demikian, Anies tidak sendirian dalam menghadapi serangan-serangan yang dilakukan secara bertubi-tubi dan seolah tanpa henti itu, karena warga Jakarta yang memilihnya saat Pilkada Jakarta 2017 dan masyarakat Indonesia yang bersimpati kepadanya, khususnya umat Islam, berdiri di belakang Anies untuk membela mantan Mendikbud itu setiap kali datang serangan.

Maka, jangan kaget, jika serangan terhadap Anies datang, media sosial seperti Facebook dan Twitter seolah menjadi ajang pertempuran Bharatayudha bagi pendukung Anies dan pendukung Ahok yang notabene juga merupakan pendukung Presiden Jokowi.  (rhm)