13-14 Desember, 3 Fenomena Menarik Terjadi di Langit

Ilistrasi konjungsi Bulan-Venus. (Foto: Info Astronomy)

Jakarta, Dekannews- Sepanjang Desember 2020 ini langit akan kembali menyajikan "tontonan" yang menarik bagi para penyuka astronomi, karena sejumlah fenomena akan kembali muncul di sana.

Menurut Planetarium Jakarta dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), fenomena-fenomena itu terjadi pada pekan depan dan dapat disaksikan secara langsung, tanpa alat bantu.

Dikutip dari akun Instagram planetariunjkt, Kamis (10/12/2020), inilah fenomena-fenomena dimaksud:

1. Konjungsi Bulan-Venus (13 Desember 2020)

Pada tanggal ini, Bulan berada posisi yang sangat dekat dengan planet Venus, planet yang terlihat dari Bumi sebagai bintang yang paling terang dan dijuluki 'bintang fajar' yang muncul di langit timur sebelum Matahari terbit.

Saat konjungsi terjadi, Bulan dan Venus hanya akan terpisah 1 derajat satu sama lain, atau selebar ujung jari kelingking, sehingga kedua benda langit itu akan tampak begitu dekat dalam pandangan dari Bumi.

LAPAN melaporkan, puncak konjungsi Bulan-Venus akan terjadi pada pukul 02.45 WIB dengan sudut pisah 1,25 derajat.

Pada tanggal yang sama, Lapan juga menyebut Bulan akan berada pada titik terdekat dengan Bumi pada pukul 03.34.36 WIB. Jarak Bulan dengan Bumi saat itu sejauh 361.757 kilometer.

2. Hujan Meteor Geminid (13-14 Desember)

Hujan meteor Geminid adalah hujan meteor yang titik radiannya berada di kontelasi Gemini. LAPAN menyebut intensitas puncak hujan meteor itu berkisar 86-107 meteor per jam untuk wilayah Indonesia.

Puncak hujan meteor ini dilaporkan akan berlangsung pada 13-14 Desember 2020, dan dapat diamati sejak pukul 19.59 WIB hingga pukul 05.09 WIB.

3. Fase Bulan baru (14 Desember 2020)

Planetarium Jakarta melaporkan Bulan akan memasuki fase Bulan baru pada 14 Desember 2020. Puncak fenomena itu diprediksi akan terjadi pada 20.20 WIB.

LAPAN menyebut tanggal 14 Desember 2020 juga merupakan waktu terakhir untuk menyaksikan Bulan sabit tua. Fenomena itu dapat disaksikan dengan mata telanjang pada pukul 04.50 WIB hingga terbit Matahari pada pukul 05.30 WIB.

Selain itu, LAPAN menyebut bahwa fenomena fase Bulan baru juga bertepatan dengan gerhana Matahari total yang terjadi di sebagian besar wilayah Amerika Selatan.

Puncak gerhana Matahari total secara global terjadi pada pukul 23:16 WIB. (rhm)